World Batik Summit Kokohkan Batik ke Pentas Dunia

Usai dikukuhkannya batik sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa secara internasional oleh UNESCO, pekerjaan rumah untuk terus mengusung batik di pentas dunia tidak terhenti hanya di sana. Karenanya, ajang World Batik Summit (WBS) pun digagas.

Batik yang dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia mungkin sudah tak lagi diragukan. Dukungan masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan kain adat tersebut semakin menggebu di lubuk hati warga Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari kesadaran masyarakat yang menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian. Bahkan setiap satu pekan, para pegawai BUMN mengenakan batik sebagai busana wajib kantor.

Dengan dukungan-dukungan tersebut, batik menjadi tuan rumah di negeri sendiri pun terwujud sudah. Meski begitu positifnya dukungan dari masyarakat, kita jangan dulu berlega hati. Pekerjaan rumah untuk mengharumkan batik agar mendunia menjadi tantangan selanjutnya yang perlu direalisasikan. Penyelenggaraan World Batik Summit menjadi sebuah langkah nyata untuk kian mengharumkan batik di pentas internasional.

“Perhelatan ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas kelanjutan batik setelah UNESCO memberi kepercayaan kepada Indonesia atas pengakuan batik sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Jultin Ginandjar Kartasasmita, salah satu pendiri Yayasan Batik Indonesia saat konferensi pers World Batik Summit di Ruang Cempaka Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta.

Senada dengan Jultin, Ketua Panitia WBS Doddy Soepardi mengatakan, bahwa selama ini batik memang sangat mendunia. Namun, Indonesia tetap menjadi rumahnya.

“Boleh saja negara manapun mengakui punya batik tapi home-nya tetap berada di Indonesia,” tuturnya.

Ajang yang sangat menarik tersebut diisi dengan berbagai acara, seperti konferensi batik, pameran batik, hingga kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki kaitan bersejarah dengan batik.  (ivn45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *