Tetap Cantik Dengan Kebaya Klasik

Kebaya Klasik

Kebaya Klasik | Tetap Cantik Dengan Kebaya Klasik

Kebaya Klasik – Kebaya memang identik dengan busana nasional Indonesia. Dengan desain dan motif yang terus berkembang, pemakaian kebaya bisa disesuaikan untuk berbagai acara. Saat ini kebaya memang semakin digandrungi setiap wanita Indonesia. Tak hanya cocok dikenakan pada acara bersifat formal, tetapi juga di acara santai. Tren kebaya sepanjang 2012 diprediksi akan bergeser ke arah klasik dengan detail aplikasi yang sederhana.

Andre Frankie misalnya, perancang spesialis kebaya akan segera meluncurkan rancangan terbarunya yang terinspirasi dari kebaya klasik yang tak lekang dimakan waktu. Kali ini kebaya yang akan ditampilkan Andre tidak meng gunakan payet maupun bordir, sederhana dengan mengguna kan bahan sifon, satin, bludru, juga brokat dengan motif dan aksen bunga.

Agar penampilan lebih harmonis, padukan warna kebaya dengan salah satu warna kainnya. Kebaya dan selendang dari bahan dan warna senada kebaya bisa memberi kesan melangsingkan. Untuk lebih menghadirkan kesan menarik, masukan sedikit unsur modern pada kebaya berpotongan klasik. Misal memberikan aksen kerut pada pangkal lengan atau bisa juga variasikan potongan pada leher kebaya.

Bu Tien dan Kebaya Klasik

Pakem kebaya ala Ibu Tien Masih ingatkan Anda dengan mendiang ibu Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto dinilai sebagai ikon pakem kebaya. Dalam catatan sejarah fashion Indonesia, Ibu Tien Soeharto selalu menunjukan kepiawaiannya dalam berbusana. Beradaptasi bukanlah sesuatu yang sulit. Busana andalannya adalah kebaya, biasanya kebaya klasik untuk acara-acara semiformal atau nonformal.

Beliau selalu menggunakan kebaya model ‘kutu baru’ dengan pasangan kain wiru yang tidak dijahit dalam berbagai kesempatan acara kenegaraan di dalam maupun luar negeri. Salah seorang pengusaha wanita Indonesia, Poppy Haryono Isman menjelaskan pakem kebaya ibu Tien meru pakan cara berpakaian nasional yang simpel tanpa dilengkapi banyak aksesori.

“Sanggul harus sanggul Jawa. Di setiap sanggul ibu Tien selalu menggunakan melati dan tusuk konde Jawa. Untuk berkebaya selop yang digunakan hanya boleh ukuran 5-7 cm. Jarik tidak dibuat seperti sarung, jarik harus pakai wiron (lipatan). Ini adalah pakem sebenarnya memakai kebaya”. Tak hanya itu saja, saat memakai kebaya ala ibu Tien, aksesori yang digunakan pun tidak boleh berlebihan. Malah sebaiknya menggunakan perhiasan simpel saat menggunakan kebaya klasik. (dwi53)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *