Tampil bak Princess Dengan Gaun Pengantin

Gaun pengantin potongan panjang dan mewah yang beberapa tahun lalu sempat tidak dilirik, kini mulai menjadi trend bagi para pengantin. Tampil cantik dan mewah di  hari bahagia tentu menjadi impian para pengantin. Salah satu simbol yang membuat calon mempelai berkarakter dan tampil berbeda adalah dengan penggunaan baju pengantin saat pagelaran resepsi.

Pemilihan gaun pengantin yang tepat bukan hanya memberikan keindahan bagi pemakainya tapi juga kesempurnaan hari bahagia yang digelar. Biasanya pertengahan hingga akhir tahun menjadi momen sibuk para pengantin menggelar hajatan pernikahan. Karenanya, desainer pun berlomba-lomba menyajikan gaun pengantin semenarik mungkin.

Jika pada tahun 1998-1999 lalu dimana krisis ekonomi sedang melanda, gaun pengantin yang hadir cenderung simpel dan tak banyak detail, pada tahun ini trend gaun pengantin yang mewah kembali diminati. “Kita akan kembali lagi pada model yang grand seperti modern regalia dimana gaun yang ditampilkan lebih semarak dengan pemakaian detail dan ornamen kristal di sekujur gaun.

Peralihan krisis yang makin stabil memang menyuntikkan kembali daya beli masyarakat di Tanah Air. Kalau sebelumnya masyarakat harus sedikit berhemat untuk segala kepentingan ekonomi dan menahan hasrat berbelanja, kini ketika badai krisis telah berlalu, daya beli masyarakat pun kembali stabil.

Selain mengenyangkan diri dengan hasrat belanja, daya beli tersebut berpengaruh pada pemenuhan kualitas busana pengantin yang dikenakan. Tak heran kalau model gaun pengantin yang mewah bak putri Diana atau Jackie Onassis kembali hip di tahun kelinci ini. Diakui Tina, kliennya rata-rata memilih gaun yang lebih grande untuk perayaan wedding.

Model yang penuh detail, layer, kesan tumpuk-tumpuk serta taburan kristal dan renda kembali digandrungi. “Kesan berlapis-lapis tersebut akan mencitrakan keunikan dan kemewahan. Karenanya, banyak pengantin yang menginginkan ornamen tersebut. Tak jarang,  saking mewahnya baju tersebut, saya bisa menghabiskan bahan hingga 50 meter,” beber Tina.

Lebih  lanjut, Tina mengatakan, penggunaan bahan tersebut tersebar di seluruh bagian. Sisi yang paling memakan bahan yakni pada pembuatan aksen tumpuk-tumpuk, ornamen bunga kecil hingga besar yang semuanya memenuhi baju. Bagian paling boros dari gaun pengantin tipe regalia ini adalah pemakaian ekor yang panjangnya bisa mencapai 2,5-3,5 meter.

Sementara itu untuk soal warna,  Tina masih bermain dengan warna-warna dasar seperti tahun-tahun sebelumnya yakni off white, champagne, ivory, dan pure white. (dwi55)

Cara Cepat Pilih Gaun Pengantin Sesuai Selera

Gaun pengantin akan menjadi salah satu busana terpenting dalam kesuksesan perhelatan pernikahan. Untuk itu, memersiapkan gaun pengantin sejak jauh-jauh hari perlu menjadi pertimbangan. Memilih gaun pengantin yang tepat memang bukan perkara mudah.

Anda perlu melakukan konsultasi dengan pihak bridal agar pemilihan gaun dapat memenuhi selera dan juga acara yang bakal dihelat. Pertimbangannya, selain menyesuaikan dengan biaya yang Anda miliki, faktor selera pun menjadi hal yang perlu dipikirkan.

Namun Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan kesulitan tersebut. Bantuan media online dapat menjadi jembatan dalam memecahkan semua permasalahan yang Anda hadapi jelang pernikahan.

Apalagi kesibukan yang padat tengah membekap Anda. Dan alhasil Anda pun dapat mengandalkan jasa konsultasi bridal secara online. Nah, bagi Anda wanita yang sedang menuju persiapan menikah ataupun yang ingin mencoba mengenakan gaun pengantin, kini Anda tak perlu repot lagi pergi ke butik untuk sekadar mencobanya.

Dilansir dari Brides, Anda dapat mencoba gaun pengantin yang Anda inginkan secara online. Menariknya, tidak hanya Anda yang dapat mencoba tapi juga sahabat, teman, saudara ataupun ibu Anda dapat mencobanya.  (dwi52)


Yohannes Bridal Menampilkan Koleksi Gaun Pengantin Klasik

Yohannes Bridal berkesempatan mengisi perhelatan Grand Wedding Expo (GWE) 2012. Dalam ajang tersebut, merek yang dimiliki desainer Yohannes E Yunarko ini menampilkan 15 busana pengantin klasik. Dengan menampilkan 15 busana pengantin yang bermain warna putih dan silver, Yohannes memberikan kemewahan dan keindahan pada tiap gaun pengantinnya.

Koleksi terbarunya untuk kali ini didominasi cutting ballgown dan A-line, serta cutting yang terkesan klasik di mana membuat pemakainya terlihat ramping dan menonjolkan bentuk tubuh.

“Setiap busana yang dibuat memang lebih terkesan klasik agar si pemakainya bisa terlihat ramping dan menonjolkkan bentuk tubuh pada saat memakainya,” tutur Yohannes saat ditemui dalam perhelatan Wedding Expo, Plenary Hall Jakarta, Jumat (27/1/2012). Menurut pria berkumis ini, tema pakaian busana pengantinnya kali ini diharapkan dapat menjadi acuan trend fashion pengantin 2012.

Dengan mematok harga mulai dari Rp25 juta untuk busana pengantinnya, Yohannes berharap gaun yang ditampilkannya dapat diterima hangat oleh pasar. “Tema busana yang sekarang itu vintage di mana duchess silk, france tule, dan vintage france lace yang menjadi bahan dasar pembuatan gaun-gaun ini,” lanjutnya.

Dari keseluruhan gaun yang ditampilkan, sebagai pergelaran pamungkasnya Yohannes mengeluarkan karya masterpiece yang dikerjakan dalam waktu kurang dari empat pekan yang dibuat dari bola ping pong. “Ini merupakan karya masterpiece saya yang tak kurang dari empat pekan saya mengerjakannya,” tutupnya. (dwi51)

 

Broken White Bikin Gaun Pengantin Terlihat Mahal

Jika anda ingin menonjolkan kemewahan pada gaun pengantin, salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya dengan pemilihan busana yang tepat dan pas ditubuh.

Kemewahan pesta dan keindahan gaun pengantin dirasa mampu menginspirasi siapa pun yang hadir memberikan doa restu bagi pasangan pengantin yang berbahagia.

Hal tersebut biasanya dapat terlihat dalam pemilihan warna gaun yang dipilih. Namun, berbeda dengan kebanyakan, pemilik Yohannes Bridal, Yohannes E Yunarko justru berpendapat bahwa hanya ada satu warna gaun pengantin yang akan membuat hal itu nyata.

“Kebanyakan konsumen saya yang menyelenggarakan pesta pernikahan di hotel berbintang lima tidak mau mengenakan putih,” kata Yohannes di Candi Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta baru-baru ini.

Meski kenyataannya Kate Middleton menggunakan gaun pengantin berwarna putih sewaktu menikahi Pangeran William, Yohannes yakin warna putih belum bisa mewakili keinginan calon pengantin wanita.

“Putih terkesan murah. Mereka (calon pengantin wanita) menilai broken white justru mampu membuat gaun pengantin terlihat mahal,” sahutnya menutup percakapan. (dwi50)


Parade Gaun Pengantin Sesama Jenis

Merayakan pengakuan pemerintah terhadap pernikahan homoseksual di Argentina setahun silam, sejumlah desainer menghelat fashion show gaun pengantin sesama jenis di ibukota negara, Buenos Aires.

Menggandeng sejumlah perencana pernikahan atau wedding planner, mereka mengklaim helatan itu sebagai fashion show busana pernikahan sesama jenis pertama di dunia.

Fashion show itu menyajikan beragam kreasi untuk pasangan sesama pria dan wanita. Permainan detail lebih berani, tak seperti gaun pernikahan heteroseksual yang cenderung konvensional.

Setelah melalui perjuangan panjang, Pemerintah Argentina mengesahkan undang-undang yang mengatur pernikahan sesama jenis, 22 Juli 2010. Ini menjadikan Argentina sebagai negara pertama di Amerika Latin yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Pernikahan sesama jenis juga mulai mendapat pengakuan di sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Di tengah pro dan kontra, pernikahan sesama jenis legal di Iowa, New Hampshire, Vermont, Massachusetts, New York, Connecticut, dan Washington. (dwi39)

Mengawinkan Batik Dengan Detail Modern Menjadi Gaun Pengantin Internasional

Batik tidak lagi sekadar menjadi jarik atau kemben yang identik dengan masyarakat tempo dulu (jadul) atau pedesaan. Wujudnya pun tak melulu helaian kain panjang tanpa jahit. Kain bermotif yang dilukis dengan malam panas itu telah menjadi bagian trend fashion. Euforia batik yang mewarnai industri fashion tanah air belakangan ini memancing beberapa desainer yang berkreasi.

Seperti Ristya Stefanie yang mengawinkan batik dengan detail modern menjadi sebuah gaun pengantin internasional. Ia tidak memadukan batik dengan kebaya, separti busana pernikahan adat. Mengusung konsep internasional, ia mengembangkan ide segar dengan menyatukan dua unsur kebudayaan dalam upacara sakral: batik dan bridal gown.

Gaun pengantin yang ditawarkannya memang sangat unik. Perpaduan antara cutting modern ala bridal dan batik sebagai material utama. Bridal gown yang biasanya bernuansa putih mendapat sentuhan corak batik yang sangat eye catching  Cocok untuk ratu semalam.  “Batik itu kan ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia, kenapa tidak kita pakai di hari bahagia kita. Tapi, tetap konsepnya internasional dengan desain ballgown.

Intinya, bagaimana agar batik digunakan dengan style internasional,” ujar desainer asal Surabaya ini. Mengusung desain busana pengantin internasional, perancang yang baru berusia 25 tahun ini tetap memasukkan aksesori-aksesoris tradisional dalam rancangannya. “Kami membuat banyak desain. Ada yang konsepnya sangat internasional bergaya Eropa, ada yang bisa dipakaikan paes, ada juga yang menggunakan dengan jilbab,” katanya.

Berbagai jeni motif batik yang digunakan. Mulai mega mendung, sekar jagat, motif khas pekalongan, hingga motif-motif kontemporer. “Tapi, ada juga motif batik yang tidak aku pakai seperti batik parang, karena tidak cocok digunakan untuk pernikahan. “Karena ingin mendapatkan cutting sempurna pada gaunnya, ia sengaja memilih batik printing dengan bahan satin sutra. “Kalau pakai batik tulis akan kaku jatuhnya, jadi aku pakai batik printing berbahan satin sutra supaya jatuhnya gaun akan lebih bagus.”

Meski batik menjadi material utama pembuatan gaun pengantinnya, ia juga melakukan kombinasi dengan menggunakan bahan-bahan polos seperti brokat dan tile, serta permainan payet agar gaun terkesan lebih mewah. Ristya mengawali kariernya sebagai desainer dengan menjadi perias pada usia 13 tahun. Lalu berkembang menjadi perias pengantin pada usia 19 tahun. Sejak tahun 2011, ia mengembangkan bisnisnya menjadi make up and wedding design dengan batik sebagai trademark-nya. (dwi28)

Gaun Pengantin 76 Kg Bikin Heboh di London

Wanita cantik ini tiba-tiba muncul di keramaian kota London. Ia membuat heboh dan jadi pusat perhatian karena mengenakan gaun pengantin berwarna pink yang beratnya mencapai 76 kg. Tentu bukan dengan tanpa tujuan wanita bernama Gem Allen itu berada di keramaian London dengan mengenakan gaun pengantin. Ia melakoni hal tersebut untuk mempromosikan serial reality show terbaru ‘Big Fat Gypsy Weddings’ yang tayang di Channel 4, Inggris.

Channel 4 memang disengaja mengirim Gem ke pusat-pusat keramaian di London dengan memakai gaun pengantin yang sangat berat. Gaun tersebut dirancang oleh Thelma Madine, desainer yang membuat sebagian besar gaun untuk para mempelai wanita di reality show ‘Big Fat Gypsy Wedding’. Gaun yang dipakai Gem cukup berat karena gaun tersebut dihiasi kristal Swarovski di seluruh bagiannya. Ada enam dalaman rok yang dijahit untuk melengkapi gaun tersebut.

Tentunya gaun yang berat itu menyulitkan Gem. Dia harus berjuang untuk masuk dan keluar dari limousine yang membawanya mengelilingi pusat keramaian di London, salah satunya adalah Istana Buckingham. “Butuh lima menit untuk membuatnya keluar dari limo dan lima menit juga untuk memasukkan ke dalam limo. Dia juga tidak bisa duduk di kursi, tapi di lantai mobil,” ujar salah seorang pekerja yang membantu Gem keliling London. Dikisahkannya lagi, gaun tersebut juga benar-benar membuat pinggang sang model sakit pingang atau pegal.

Saat keliling kota dengan gaun tersebut, tentu saja Gem jadi pusat perhatian. “semua orang ingin foto bareng dengannya dan dia banyak sekali dilamar. Banyak sekali mobil yang mengklaksonnya,” tutur seorang pekerja yang ikut mendampingi Gem. Seperti dikutip dari Daily Mail, untuk para wanita gypsy, menikah dengan gaun yang berat memang sebuah keharusan. Malah semakin berat gaun tersebut makin lebih bagus. Gaun pengantin wanita gypsy bahkan ada yang dilengkapi dengan 24 rok dalaman, sehingga membuat gaun tersebut jadi sangat lebar. (dwi26)

Replika Gaun Pengantin ala Bella Swan Dijual Lebih Murah

Untuk Para penggemar Twilight kini bisa mewujudkan khayalan mereka menikah dengan mengenakan gaun pengantin ala Bella Swan di film ‘Breaking Dawn’. Replika gaun tersebut dijual dengan harga Rp 7,2 Juta. Summit Entertainment yang memproduksi seri film Twilight, bekerjasama dengan retailer gaun pengantin Alfred Angelo untuk membuat replika gaun Bella Swan, sejak bulan Mei 2011.

Kini replika gaun tersebut sudah dijual di butik Alfred Angelo di Amerika Serikat. Untuk gaun asli yang dipakai Kristen Stewart di Breaking Dawn, Carolina Herera lah yang turun tangan membuatnya. Gaun v-neck karya Herera itu harganya mencapai US$ 35.000 atau sekitar Rp 317 juta. Sekarang harga yang ditawarkan untuk replikanya, 44 kali lebih murah, hanya US$ 799 atau sekitar 7,2 juta anda bisa memilikinya.

Harga gaun bisa jadi lebih murah karena bahannya berbeda dari yang asli. Jika gaun asli Bella dibuat dari sutera, replikanya terbuat dari satin. “Tapi jahitannya sama, detail lacenya juga mirip,” ujar Michael Shettel, pimpinan tim desainer Alfred Angelo, pada Wall Street Journal. Michael mengaku ia dan timnya cukup tertantang saat membuat gaun tersebut. Apalagi mereka harus menekan harganya menjadi jauh lebih murah.

“Ketimbang desain, harga adalah masalah terbesar kami,” tukasnya. Michael mengatakan, gaun yang dijual di Alfred Angelo benar-benar didedikasikan untuk para fans Twilight. “Gaun ini benar-benar untuk fans TWilight karena memang merepresentasikan filmnya,” tambahnya. (dwi25)

Gaun Pengantin Kate Middleton Sebagai Nominator Desain Terbaik 2012

Gaun pernikahan Kate Middleton sebagai salah satu gaun paling indah pada tahun 2011. Bahkan gaun pengantin rancangan Sarah Burton ini masuk ke dalam nominasi ‘Designs of the Year 2012’. Seperti yang dikutip dari Huffingtonpost, The Design Museum –pusat inovatif London untuk pameran dan pendidikan, telah merilis daftar nominasi ‘Designs of the Year 2012’. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada perancang atau karya seni yang memiliki desain paling luar biasa sejak tahun 2011 dalam tujuh kategori, yaitu arsitektur, digital, fashion, furniture, grafik serta transportasi dan produk.

Dari semua ribuan karya mode yang diciptakan selama tahun 2011, mulai dari brand high-street hingga rangkaian busana runway, hanya ada sepuluh desain yang berhasil masuk ke dalam nominasi. Dan salah satunya, gaun pengantin yang dibuat khusus untuk sang Duchess of Cambridge oleh Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen. Ironisnya, gaun pengantin milik Kate tersebut harus bersaing melawan beberapa rancangan lainnya dari Alexander McQueen.

 ‘Alexander McQueen: Savage Beauty’ pameran karya busana yang digelar di Metropolitan Museum of Art di New York, akan masuk ke dalam daftar nominasi kategori fashion. Pameran tersebut dibuat untuk mengenang Alexander McQueen yang meninggal pada 2010 lalu. Berhasil menarik pengunjung sebanyak 661.509 orang, pameran itu disebut sebagai pameran paling populer selama 141 tahun.

The Design Museum mengumumkan bahwa karya para nominasi ‘Designs of the Year 2012’ akan dipamerkan, termasuk pemutaran video tur ‘Alexander McQueen: Savage Beauty’ pada 8 Februari hingga 15 Juli 2012. Akan tetapi, gaun pengantin Kate Middleton tidak akan hadir dalam pameran di karena masalah keamanan. (dwi10)