Sebagai salah satu pakaian tradisional Indonesia, kebaya telah dikenal luas. Ditilik lagi ke belakang, zaman dulu kebaya seolah menjadi “pakaian wajib” saat menghadiri pesta.
Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional dan model kebaya modern. Kini, desain kebaya dengan sentuhan lebih modern cocok dikenakan tidak sebatas acara formal.
Model desain kebaya pun sangat bervariasi. Berbagai model kerah, lengan, panjang kebaya ataupun teknik pemotongan bisa menjadi pilihan. Rentang usia pemakai kebaya juga sudah melebar. Dahulu, penggunaan kebaya hanyalah menjadi pakaian andalan untuk kaum ibu. Namun, saat ini ada berbagai model kebaya modern yang juga cocok untuk remaja dan kaum muda.
“Kebaya tidak akan lekang oleh waktu. Kebaya bukanlah pakaian kuno seperti anggapan beberapa orang,” ungkap desainer asal Semarang Gregorius Vici saat ditemui harian Seputar Indonesia di kediamannya, beberapa waktu lalu.
Kebaya akan beralih fungsi sesuai modifikasi yang diberikan. Sebagai bawahan kebaya, juga tidak selalu harus kain, tetapi dapat pula dipadupadankan dengan rok atau celana. Kebaya dengan bawahan rok akan menjadi gaun malam nan elegan. Sedangkan kebaya dengan sentuhan celana, cocok dikenakan untuk cocktail party.
Untuk pergantian tahun, Vici tetap mengangkat kebaya. Kendati begitu, di tangan alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, kebaya sudah tidak layak dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Vici mengangkat kebaya kontemporer dengan model Victorian di bagian lengan, leher, ataupun dada.
“Koleksi saya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi tetap menonjolkan kesan feminin,” tambah desainer yang menyukai anjing ini.
Pemilihan kebaya Victorian sengaja dipilih karena hingga tahun depan masih menjadi tren adibusana. Vici sengaja memilih warna merah maroon atau dusty pink.
Agar kesan feminin semakin ditonjolkan dengan model lengan berbentuk kelopak bunga, sekaligus mengubah pandangan selama ini, bahwa gaya Victorian hanya terpaku pada bentuk lengan bergelembung. Busana bersiluet dengan model bustier berpadu untuk menegaskan sisi modernitas.
Selain praktis, penyatuan bustier berusaha memunculkan sensualitas yang merupakan bagian dari pesona wanita. Keeksotisan wanita benar-benar digali dalam setiap rancangannya. Di bagian dada hingga di atas pinggang, Vici bermain dengan lipit dan aksen kerut. Keelokan tubuh wanita begitu melekat dalam busana tersebut.
Untuk mempermanis penampilan, Vici juga memberikan sentuhan lipit di bagian pinggang tulle berbentuk panjang menjuntai. Tidak ketinggalan juga aplikasi ornamen payet-payet pun disematkan di bagian dada dan lengan. Namun, payet-payet yang dipilih adalah kuningan dan tembaga. Sederhana tapi cantik.
Di sini, payet berperan sebagai pemanis penampilan bukan berfungsi untuk mempresentasikan kemewahan. Untuk membawa citra modern pada kain tradisional tersebut, Vici pun keluar dari pakem.
Memotong, memisahkan motif, kemudian memadukannya bersama material lain untuk membentuk satu pola di busana. Termasuk untuk warna kain batik, proses pewarnaan yang dicelup berulang-ulang akan menampilkan warna baru. (ivn51)
Incoming search terms:
busana karya Ivan Gunawan (13),baju pesta dian pelangi (8),gaun rancangan biyan (5),Model baju pesta marshanda (4),gaun pesta songket (4)