Jennifer Bachdim Pamer Kebaya Internasional

Dalam sebuah peragaan kebaya di Bidakara Wedding Expo, tampak wajah seorang wanita cantik yang sudah tidak asing lagi karena berhubungan dengan pemain sepakbola, Irfan Bachdim.

Perempuan tersebut adalah Jennifer Kurniawan atau Jennifer Bachdim dan berlenggak lenggok mengenakan kebaya karya Ayok Dwipanca.

Terlihat sekali keanggunan memancar dari pacar pemain klub Persema itu. Lalu bagaimana Jennifer dapat terlibat sebagai model? Menurut Ayok, dirinya ingin menampilkan desain kebaya yang berbeda dan dapat dipakai di masa depan pula.

“Saya mau menampilkan desain kebaya yang berbeda, satu kebaya yang bisa jadi kebaya masa depan. Itu membuktikan kalau kebaya masih bisa berkembang hingga menjadi kebaya internasional,” katanya usai perhelatan di Hotel Bidakara, Jakarta baru-baru ini.

Dilanjutkan kebaya yang identik dengan budaya Jawa ini sengaja dimodifikasi bagi Jennifer. Hal tersebut lantaran dia ingin terlihat lebih modern walau wajah di Jennifer bukan pribumi.

“Desain saya untuk tema ini, memang sengaja saya modif kebayanya menjadi lebih modern. Saya ingin padukan nasional dengan internasional. Dari temanya ada yang model ballgown dan tambahan dari unsur ukir-ukiran dari Bali dan Jawa yang dibuat secara hand painting,” pungkasnya.(dwi11)

Titi DJ Jadi Model Untuk Buku Kebaya Andrie Frangkie

Penyanyi Titi DJ bergabung bersama 37 publik figur dan sosialita, menjadi model pemotretan kebaya rancangan Andrie Frangkie. Foto-foto tersebut akan dicetak dalam bentuk buku.

Titi yang ditemui saat pemotretan di Museum Fatahilah, Kota Tua, Jakarta Utara, kalau mengungkapkan pemotretan itu untuk buku tentang kebaya karya Andrie Frangkie menyambut hari Kartini.

“Terus terang foto dengan kebaya baru pertama kali, dan apalagi kebaya yang dirancang oleh Andrie Frangkie ini, punya kelebihan yaitu tanpa sambungan secara manual. Jadi lebih istimewa. satu kebanggaan lah tentunya,” ungkap Titi.

Meski baru pertama mendapatkan pekerjaan ini, Titi mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti. Apalagi sebelum pemotretan diberikan briefing terlebih dahulu oleh Andrie. “Karena sebelumnya sudah fitting juga, jadi saat pemotretan kali ini nggak banyak menemui kendala,” tambahnya menegaskan.

Mantan istri Ovie Rif ini juga tidak merasa ribet dengan gaun yang berakar dari budaya Indonesia itu. “Saya kan pake gaun apa aja cocok,” pungkasnya sambil tertawa lepas.(dwi10)

Beda Tema Pesta, Beda Juga Kebaya (Angel Lelga)

Walaupun mengoleksi kebaya, tapi pengenaan busana nasional tersebut tidak asal pakai. Bagi seorang artis Angel Lelga, pemakaian kebaya dapat dilakukan sesuai dengan tema acara yang dia datangi. Sehingga penampilannya dalam berkebaya bisa lebih maksimal.

“Kalau saya pakainya tergantung tema juga. Tapi aku lebih suka yang modern,” katanya saat dijumpai di studio foto di kawasan Kemang, Selatan bagian Jakarta.

Dengan pemakaian dan potongan kebaya yang pas dengan tema, maka kesan muda akan terlihat, selain unik. “Saya sih suka potongan modern ya kebayanya. Alasannya lebih kesan muda dan modelnya unik,” lanjutnya.

Karena itu pula, wanita kelahiran Jakarta ini selalu membedakan kebaya yang dikenakan di keseharian atau untuk acara formal. “Kalau mau memakai kebaya sehari-hari harus pilih kebaya yang ringan saja, misalkan atasannya kebaya simple tapi bawahan pakai jeans dan hindarkan payet,” paparnya.

Berbeda tema, berbeda pula kebaya yang dikenakan. “Karena buat pakai sehari-hari, jadi jangan terkesan berat. Kalau kebaya buat event atau tema pesta boleh payet dan glamour,” imbuh putri pasangan Michel Jonathan dan Juniarti ini.(dwi07)

Cantik dan Anggunnya Prisia Nasution Berkebaya di Festival Cannes

Pemain FTV cantik Prisia Nasution tampak hadir di dalam Festival Cannes, Paris, Prancis, yang juga dihadiri oleh artis indonesia yaitu Dian Sastrowardoyo.

Yang membanggakan, dari Prisia terlihat mengenakan busana tradisional Indonesia yaitu kebaya warna hitam.

Kebaya tersebut berwarna hitam, tampak mewah memantulkan cahaya. Prisia tampak menaikkan rambut di belakang kepala dan tidak memakai make up berlebihan.

Ia terlihat bersahaja dengan aksesoris minim. Prisia berfoto di red carpet, kemudian foto tersebut diunggah di Twitter dengan akun @ottoharjanto. (dwi06)

Persembahan Raden Sirait Untuk Kebaya

Terlahir sebagai anak yang kurang mampu tidak membuat seorang Raden Sirait menjadi putus asa, baginya segala kekurangan dan cobaan merupakan bagian dari hidup yang harus dilalui, bukan sebagai rintangan namun sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik. Pria lulusan ITB ini memang tidak punya keahlian khusus dalam bidang tersebut sebagai syarat seorang desainer pada umumnya, tidak bisa membuat pola tidak juga menjahit, meski begitu, talenta yang dimiliki tidak cukup mampu terbendung, dan kini iapun menjadi desainer ternama.

Lewat wujud cintanya pada kebaya Indonesia, Raden Sirait mempersembahkan Pagelaran ‘Kebaya for The World’ dengan konsep pertunjukan budaya teatrikal berdurasi 2,5 jam di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Dalam balutan 155 desain kebaya hasil rancangan Raden selama lima tahun, di mana sebanyak 70 buah merupakan karya yang sama sekali baru dipublikasikan, 150 orang model nampak begitu anggun dan cantik mengenakan kebaya kreasinya, termasuk di antaranya 5 ikon kebayanya, Imelda Fransisca, Maudy Koesnadi, Nadine Chandrawinata, Ardina Rasti, dan Asty Ananta.

32 artis pendukung dari beragam latar belakang seni, mengisahkan cerita perjalanan cinta dengan benang merah kebaya, sepanjang 15 sekuen. “Kebaya Raden glamour, out of the box dan crazy fun,” begitu Imelda Fransisca sebagai salah satu Ikon Kebaya Raden Sirait, lain lagi Ardina Rasti yang menggambarkan kebaya Raden sebagai sebuah bentuk kreasi tanpa batas, yang bebas lepas, imajinatif dan kreatif.

Bagi Asty Ananta Karya Raden merupakan karya yang cantik, menarik, anggun, mewah dan kuat dan selalu terbuka pada berbagai inspirasi dari alam semesta. Dibuka dengan narasi apik yang dibawakan oleh Maudy Koesnadi yang menuturkan kilas balik perjalanan hidup Raden kecil hingga sekarang. Seiring lagu Angels sesuai dengan tema yang menjadi pembuka pagelaran ini, suara indah Dea Mirela menemani Nadine Chandrawinata yang melayang bak bidadari dari atas langit dengan kebaya ungu menyusul para angel, yang merupakan para selebritas (Shireen Sungkar, Dinda Kanya Dewi, Donita, Nuri Maulida) menari dengan gemulai mengelilingi Nadine.

Sekuen kedua diiringi paduan dawai biola Maylaf dan petikan harpa Maya Hasan yang begitu apik dengan kebaya merah. Dalam tema ‘The Pageant’, sekuen ini menghadirkan para model yang merupakan finalis Puteri Indonesia mengenakan kebaya apik berbalut jubah panjang dengan bentuk kerah meninggi ke atas. Lengan–lengan yang menggelembung memberi volume yang anggun, warna ungu, hitam, silver, dengan manik, bordir, lipit dan kerut begitu indah membalut tubuh sang puteri.

Asti Ananta memukau dalam sekuen ‘Masculine’, dalam sensasi tari dan nyanyi, di pagelaran ini ia secara khusus menyanyikan lagu yang ia ciptakan sendiri. Dalam gayanya yang centil, ia begitu menikmati berakting dan menari dalam bustier berwarna putih dengan manik silver penuh pada bagian dada dipadu celana pendek berbahan lace.

Suara Ayu laksmi memberikan nuansa teatrikal yang kuat dalam sekuen ‘The Perfect White’ ini, warna putih begitu bersahaja. Dalam tema Matrimoni, beberapa pasangan selebritis mengenakan rancangan raden, membungkus cinta dalam kreasi indah busana para pasangan selebritis ini. Beberapa sekuen lainnya bergulir, mulai dari ‘The Bride’, ‘The Polarity of Life’, ‘The Soulmate’, dalam ‘Nusantara Reincarnation’, raden memberi sentuhan kuat kebaya dengan ciri khas masing–masing daerah, mulai dari Papua, Makassar, Kalimantan, Sumbawa, Bali, Sunda, Padang, Jawa hingga Betawi.

Sekuen berikutnya dipersembahkan Raden bagi kampung asalnya, tanah Batak, dalam ‘Tribute to Batak’, ciri khas busana beberapa daerah Batak diangkat Raden dalam koleksinya kali ini, busana–busana dalam warna dan kain Ulos begitu memanjakan mata. Pada sekuen ‘Red Carpet’ para selebritis, beraksi dalam balutan busana mewah kreasi Raden, Julia Perez mengundang perhatian publik dengan gaya seksinya, busana kebaya membalut tubuhnya yang kecil dan memberikan sedikit sentuhan seksi dengan bahan transparan di bagian dadanya yang indah.

Sekuen berlanjut pada tema ‘Lady Marmalade’, diteruskan dengan tema yang merupakan gong nya serta benang merah pagelaran ini, ‘Kebaya for the World’ menghadirkan koleksi Kebaya yang memadukan unsur busana negara–negara di dunia, dimulai dengan Jepang, India serta Argentina. Pada sekuen ‘Life is Beautiful’, dalam alunan ‘Indonesia Pusaka’ yang dinyanyikan Berlian Hutahuruk yang begitu anggun dengan busana kebaya hitam, dengan bawahan rok lipit mengembang, Nadine Chandrawinata muncul mempesona 1050 tamu yang memenuhi Teater Jakarta.

Layaknya dewi laut, dengan Bustier biru penuh manik berkilau, sementara bagian bawah dibuat dengan tekstur gelombang yang besar. Tubuh kecil Nadine bergulung dengan liuk busananya yang bagian bawahnya memberikan kesan ekstravagansa. Pernik aksesoris mewah ala para puteri Palembang dengan kuku emas yang panjang menjulang keemasan, mahkota nan megah lengkap dengan gelang–gelang besar.

Dalam sekuen ini Raden juga melaunching buku nya yang berjudul ‘Journey of Love’, ibu Aurora Tambunan, selaku Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta meresmikan dilaunchingnya buku ini. Acara pagelaran ditutup dengan ‘Masquerade Couture’, dengan menampilkan seluruh pendukung, mulai dari 150 model dengan 32 para artis pendukung, dan performers.

Event Fashion dengan konsep teatrikal pertama ini berlangsung dengan sukses, senyum puas dan standing applouse para tamu menjadi penutup yang indah. Pagelaran ‘Kebaya For The World’ ini merupakan Perayaan 15 Tahun berkarya Raden Sirait, yang selama 5 tahun terakhir berkutat memfokuskan diri pada pengembangan desain kebaya.

‘Kebaya for The World’ yang dipersembahkan malam ini merupakan salah satu upaya saya memperkenalkan dan mempopulerkan kebaya ke pasar internasional, Saya berharap semoga pagelaran ini dapat mencuri perhatian masyarakat luas dan gaungnya terdengar hingga ke panggung dunia”, ucap Raden Sirait. Kita dukung Anak kampung Porsea ini terus maju dan mengharumkan dunia dengan koleksi Kebaya Indahnya.(dwi02)

Cara Memilih Kebaya yang Tepat

Kebaya saat ini semakin dikenal di dunia, lihat saja sudah banyak selebritis dunia yang menggunakannya dan bahkan bulan November kemarin ada 8 petenis dunia yang juga menggunakan kebaya dalam acara Commonwealth Bank Tournament of Champions yang diadakan di Bali.

Perkembangan kebaya semakin bervariasi baik dari segi model ataupun bahannya, mulai dari sifon, tule, ataupun brokat. Baju tradisional perempuan Indonesia memang membuat wanita jadi terlihat anggun dan cantik. Salah satu pelopor kebaya modern yang terkenal saat ini adalah Kebaya Anne Avantie

Dalam Memilih bahan untuk membuat kebaya tak bisa sembarangan juga, ada baiknya di sesuaikan dengan karakter dan fisik tubuh anda. Simak tips memilih bahan kebaya berikut ini:

– Sesuaikan bahan dan motif kebaya dengan ukuran tubuh Anda. Bagi yang bertubuh agak besar, Anda bisa menggunakan motif lebar atau jarang agar enak dilihat, untuk yang bertubuh kecil, kebaya dengan motif rapat atau padat bisa membuat Anda terlihat cantik.

– Unruk pemilihan warna kebaya, sesuaikan dengan warna kulit Anda, misalnya jika anda memiliki kulit putih, bisa menggunakan warna yang cerah dan sebaiknya menghindari warna yang terkesan gelap. Bagi anda yang memiliki kulit coklat sebaiknya warna yang tidak kusam, seperti krem, ungu muda dan lain-lain.

– Pilihlah bahan yang lentur dan tentunya menyerap keringat. (dwi02)

KEBAYA INDONESIA

Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.

sal kata kebaya berasal dari kata arab abaya yang berarti pakaian. Dipercaya kebaya berasal dari Tiongkok[rujukan] ratusan tahun yang lalu. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat.

Sebelum 1600, di Pulau Jawa, kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan di sana. Selama masa kendali Belanda di pulau itu, wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini, kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni.

Jenis kebaya Indonesia beragam dan merupakan akulturasi dari berbagai corak Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, Melayu bahkan Tiongkok antara lain

1.Kebaya Encim

Ini merupakan jenis kebaya yang simpel dengan aksen kancing di depan. Bahan kebaya jenis ini biasanya terbuat dari chiffon.

 2Kebaya kerah Shanghai.

Jenis kebaya ini cocok untuk Anda yang bertubuh kurus. Akan lebih baik dengan detail payet di dada karena dapat menimbulkan kesan lebih berisi.

 3. Kebaya Off-Shoulder

Ini merupakan kebaya tradisiona brokat dengan sentuhan modern. Bagian pundak Anda yang indah dan kalung yang cantik bisa terlihat jelas jika mengenakan kebaya jenis ini.

 4.Kebaya Modern advonturis style

Jenis kebaya yang satu bergaya tradisional Bali dengan obi pada bagian pinggang. Kebaya ini akan membuat Anda secantik gadis bali. (dwi01)

Asty Ananta Tampak Imut Seperti Barbie Dengan Kebaya

Terinspirasi dari sebuah film Hairspray, Asty Ananta mengaplikasikan suatu dandanannya yang colorful saat menghadiri acara Johnny Andrean Award. Asty Ananta tampak imut seperti barbie dengan kebaya mini yang digunakannya.

Kebaya berlengan pendek berwarna pink yang dipadu dengan rok mini berbulu warna tosca begitu manis membalut tubuh mungilnya. “Rancangan ini adalah ide saya pribadi, kemudian saya terangkan ke Raden Sirait.

Alhamdulillah dapat diwujudkan dan memang saya bikin khusus untuk malam ini,” jelasnya seraya menjelaskan konsep bajunya saat ditemui di acara Johnny Andrean Award, Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta, Senin (26/3/2012) malam.

Untuk menampilkan lebih mengesankan citra Indonesia, Asty pun tak lupa menyematkan sentuhan batik pada busana yang begitu colorful tersebut. Tampilan Asty kian istimewa dengan tatanan rambut pendek bak barbie yang ditata menggulung ke luar.

Meski terlihat nyentrik, Asty tak butuh waktu lama untuk mengaplikasikan tatanan yang diidamkannya tersebut. “Dandannya hanya butuh waktu 30 menit untuk mengaplikasikan konsep ‘Hairspray’ ini. Pasalnya untuk rambut, saya dibantu penata rambut khusus,” tandasnya. (dwi62)

Jenis Bahan Kebaya

Kebaya hanya menggunakan bahan kain brokat, organdi, atau kain koal halus. Sekarang sudah berkembangannya mode, bahan kebaya makin bervariasi mulai dari kain sifon, tule, ataupun brokat. Untuk mengenal detail jenis material bahan kebaya, berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

Brokat

Kain brokat yang glamor ini memang banyak digunakan sebagai bahan kebaya. Brokat terbaik diproduksi oleh negara Prancis, namun sekarang India dan Indonesia pun sudah mampu memproduksi dengan kualitas cukup bagus. Dengan berbagai macam aplikasi,  tambahan yang dapat menyemarakkan kebaya, seperti payet dan beads, makan sekarang kita tak perlu lagi membeli kain brokat yang mahal. Pola-pola brokat masih berkisar pada motif floral dan masih jarang yang menggunakan motif abstrak. Untuk anak muda, sangat disarankan agar berani bereksperimen dengan aneka tekstur baru dan motif abstrak.

Organdi

Organdi memiliki tekstur soft, shiny, tapi bisa menahan bentuknya dan cocok untuk menimbulkan efek volume atau puffy. Tekstur dan warnanya memberi kesan mahal dan cocok untuk busana pesta atau gaun pengantin.

Sutra

Sutra ada dua jenis, yang pertama adalah serat alam dari kepompong. Karena sifatnya yang sangat lembut di kulit, dingin, serap keringat, dan warnanya tahan lama, sutra menjadi pilihan untuk aneka macam busana. Kini pada kain sutra juga sudah banyak diaplikasikan corak batik tradisional.

Sifon

Sifon adalah bahan yang sangat lembut, halus, transparan, dan jatuh mengikuti bentuk badan. Karena sifatnya yang mengikuti bentuk tubuh, kain ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang yang berbadan gemuk. Kain ini juga sangat cocok untuk digunakan sebagai selendang, veil,  atau pelengkap kebaya lainnya.

Tule

Dulu kain ini hanya dipakai oleh pengatin atau penari balet, namun kini kain ini sudah sering digunakan sebagai kombinasi untuk busana yang lebih modern. Misalnya, untuk aksen di bagian leher, pergelangan tangan, dan ujung-ujung baju. Biasanya aksen dilakukan dengan cara mengerutkan kain agar menumpuk di satu area.

Kain tenun atau sarung

Indonesia sangat kaya dengan macam kain tenun dari berbagai daerah, seperti kain tapis Lampung, songket dari Palembang, ulos dari Batak, dan sebagainya. Masing-masing jenis kain memiliki keunikan tersendiri. Memadukan kebaya dengan aneka jenis kain akan membuat penampilan kita anggun, etnik, dan menarik. (dwi61)


Kebaya Srikandi ala Amy Atmanto

Indonesia banyak menyimpan warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Salah satu hasil budaya tersebut adalah berupa kebaya, yang telah dijadikan sebagai busana nasional.

Sekarang Kebaya hadir di antara manifestasi budaya yang lain, seperti halnya pakaian adat berbagai suku di Indonesia. Puluhan tahun silam, model kebaya hanyalah terlihat biasa saja, apalagi jika kita melihat dalam sejarah masa lampau, seperti halnya di era Kartini.

Saat itu, image kita tentang kebaya hanyalah merupakan baju daerah biasa yang pemakaiannya diselaraskan dengan kain panjang bermotif yang umumnya berasal dari Jawa. Oleh karena penampilan secara keseluruhan tanpa menggunakan banyak detail yang menarik, akhirnya kita sebagai wanita merasa enggan memakai kebaya.

Perasaan tersebut timbul karena dengan memakai kebaya, maka akan terkesan kuno. Sebagai bukti sumbangsih & kecintaan, demi melestarikan serta mengembangkan hasil kebudayaan bangsa Indonesia, rumah mode Royal Sulam by Amy Atmanto menyelenggarakan peragaan busana bertema “The Beauty of Indonesian Kebaya Srikandi” di Ritz Carlton Pacific Place Mall, Jakarta.

Amy membuat modifikasi yang baik melalui haute couture cutting dan detail pelengkap, macam beads dan kristal swarovski. Alahasil kebayanya menjadi suatu busana yang glamor, anggun, dan berwibawa. Tersirat ada kekuatan magis yang sulit dijabarkan, namun energinya sangat jelas terlihat.

Amy berharap dengan koleksinya tersebut kaum wanita Indonesia lebih mencintai budaya busana berkebaya. Salah satu upaya untuk menggerakkan wanita agar mau memakai kebaya adalah menjadikan presenter dan aktris cantik Mona Ratuliu sebagai ikonnya.

“Saya sudah lama dekat dengan Mona. Kebetulan saya tertarik menjadikannya sebagai ikon untuk koleksi saya ini. Semoga bergabungnya Mona bisa juga menarik minat para wanita untuk tetap cinta produk Indonesia,” tutupnya. (dwi60)

Simpel, Pakem Kebaya Ibu Tien

Kebaya sudah menjadi salah satu bagian bergaya para wanita Indonesia. Di masa lalu, kebaya menjadi pakaian sehari-hari. Baju ini sempat menempati posisi istimewa, yang hanya dikenakan untuk acara-acara bersifat formal dan penting.

Makin berkembang, kebaya juga dibuat dalam bentuk beraneka ragam dan dikenakan sesukanya sesuai kebutuhan. Padahal, ada pakem yang harus dipenuhi untuk memakai kebaya.

Mendiang ibu Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto dinilai sebagai ikon pakem kebaya. Dengan upaya memperkenalkan pakem berkebaya yang benar, desainer Andre Frankie memprakarsai fashion show bertema “Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi” yang akan dihelat di Sasono Langen Utomo.

Upaya mengenalkan pakem kebaya yang benar dilakukan untuk memeringati HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan didukung oleh keluarga,” kata Poppy Haryono Isman saat Technical Meeting Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi.

Sebagai ibu negara, ibu Tien selalu mempertahankan pakaian dengan berkebaya. Ibu Tien tak hanya mamakai kebaya dalam seremoni tertentu, tapi juga dalam kegiatan sehari-hari. Untuk menunjang hal itu, wanita yang murah senyum itu memercayakan penampilannya berkebaya kepada Bress Soehardjo.

Ibarat seorang fashion stylish bagi ibu negara, Bress muda senang mendadani ibu Tien dengan kebaya yang akan dikenakannya dalam berbagai kesempatan. Hingga akhirnya ibu Tien meninggal, Bress mendapat banyak peninggalan kain-kain kebaya dari ibu negara RI hingga 30 tahun itu. Dalam pergelaran ini, beberapa koleksi kebaya ibu Tien yang dimiliki Bress akan dijahit oleh desainer Andre Frankie untuk dipamerkan.

“Kain-kain kebaya yang ditampilkan sebagian besar merupakan koleksi dari ibu Bress Soehardjo,” tutur Poppy. Adapun pakem kebaya ibu Tien, dipaparkan Poppy, merupakan cara berpakaian nasional yang simpel. Tanpa dilengkapi banyak aksesori.

“Kita harus bisa mengikuti sekecil-kecilnya yang dilakukan ibu Tien. Sanggul harus sanggul Jawa yang biasa dipakai ibu Tien. Di setiap sanggul pakai melati dan tusuk konde Jawa. Untuk berkebaya selop yang digunakan hanya boleh ukuran 5-7 cm. Jarik tidak dibuat seperti sarung, di mana jarik harus pakai wiron (lipatan). Ini adalah pakem sebenarnya memakai kebaya,” imbuh wanita yang senang berkebaya ini.

Tak hanya itu saja, saat memakai kebaya ala ibu Tien, aksesori yang digunakan pun tidak boleh berlebihan. Malah, sebaiknya menggunakan perhiasan yang simpel. “Ibu Tien tidak pakai anting, tapi suweng (seperti giwang), memakai bros di tengah atau pinggir kebaya, dan tidak memakai kalung,” jelas Poppy.

Dalam balutan kebaya ibu Tien, 15 sosialita Tanah Air yang terdiri dari Titiek Soeharto, Nur Asia Uno, Anita Chairul Tandjung, Nurul Aris, Etty Jody, Kartini Basuki, Darniasih Sentoso Doellah, Titi Triwidodo, Miana Sudwikatmono, Joyce Hudiyonoto, Ade Krisnaraga Syarfuan, Rosati Kadarisman, Yani Soehardjo, Putri Kusuma Wardhani, dan Andang Gunawan akan berlenggok di atas catwalk.

“Konsep fashion show ini musikal. Nanti setiap model muncul, ada slight ibu Tien saat memakai kebaya berbeda-beda dalam setiap kesempatan,” papar Denny Malik selaku koreografer. (dwi59)


Metamorfosis Pada Kebaya

Semakin maraknya busana kebaya dikenakan di berbagai kesempatan, maka inovasi kebaya pun menjadi semakin diperhatikan. Jika dulu cara pemakaian busana kebaya ini hanya terletak pada motif dan warna dengan perpaduan lilitan kain jarit.

Maka dengan berjalannya waktu, busana kebaya berubah menjadi busana yang wajib dikenakan di acara-acara pesta. Busana kebaya tidak hanya dikenakan saat pesta formal, untuk pesta yang tergolong santai pun pemakaian kebaya menjadi suatu keharusan walaupun dengan potongan yang lebih sederhana.

Yang perlu diingat agar tampil tetap cantik saat mengenakan kebaya adalah memerhatikan bentuk tubuh kita. Jangan memaksakan kebaya yang tidak pantas kita kenakan hanya dengan model atau potongannya yang sedang in atau trend.

Berikut ini ada beberapa panduan dalam menentukan bentuk kebaya yang sesuai dengan tubuh Anda, seperti disarikan dari buku berjudul Chic In Kebaya, karya Ria Pentasari.

Modifikasi Bentuk Kerah

Banyak cara untuk memodifikasi kebaya dengan cara mengubah bentuk kerah dan bentuk lengan yang memperlihatkan kelebihan bentuk kita. Jika dulu perhatian kerah selalu bergaya klasik seperti shawl collar (syal kerah), decolette (bundar rendah), kini lebih pada kerah bergaya off shoulder (kerah terbuka dengan memperlihatkan pundak), kerah mandarin atau kebaya modern dengan yoke dada berkerut kerah tegak berkancing. Jika menginginkan kebaya yang lebih esktravaganza beranikan dengan menonjolkan bustier hingga terlihat seksi namun tetap elegan.

Modifikasi Lengan

Kebaya bukan saja memperlihatkan siluet tubuh si pemakai, bentuk lengan juga berpengaruh untuk menampilkan kebaya sebagai busana resmi dengan sentuhan modern. Dibutuhkan kreativitas dan kreasi agar kebaya tidak lagi tampak sebagai busana kuno. Meskipun gaya klasik masih diminati, tak ada salahnya mengubah bentuk lengan menjadi lebih chic. Sebut saja lengan berbentuk terompet, model seperempat lengan, atau lengan berbelah. Namun, apapun sebutan dan bentuknya, kebaya tetap menarik untuk dikenakan. Begitu banyak variasi yang bisa kita coba sesuai dengan keinginan. Hanya saja yang perlu diingat adalah menyesuaikan besar-kecilnya lengan dan bahan yang kita gunakan.

Modifikasi Klasik Modern

Jangan ragu untuk memadukan bentuk-bentuk lengan dari gaun modern, bahkan futuristik pada kebaya Anda. Hal ini sah-sah saja karena tidak ada lagi batasan yang melarang paduan unsur klasik dengan unsur modern. Bentuk lengan kebaya klasik mayoritas adalah lengan panjang dengan detail sederhana. Namun sekarang Anda dapat bermain dengan bentuk, warna, jenis bahan, jenis aplikasi, dan detail yang jauh lebih beragam.

Modifikasi Cutting

Perlu kita sadari bahwa saat ini bukan kebaya tradisional saja yang diminati. Kini telah banyak busana kebaya yang dimodifikasi. Namun, kita harus memperhatikan aturan dalam kebaya yang tidak bisa dihilangkan, yaitu cutting.

Walaupun bentuk kebaya sudah dimodifikasi namun bentuknya tetap menunjukkan bahwa kebaya adalah busana tradisional khas Indonesia. Bentuk kebaya juga harus disesuaikan dengan si pemakai, karenanya pengenalan karakter seseorang sangat diperlukan untuk menjadikan busana ini sesuai dengan kurva bentuk tubuhnya. (dwi58)

Gotik dan Elegan ala Riny Suwardy

Ternyata, gotik yang identik dengan warna yang gelap dan nuansa suram dapat disulap lebih cantik, anggun, dan elegan. Seperti yang ditemukan pada desain milik perancang Riny Suwardy yang bertajuk “Mahakarya Riny Suwardy”.

Menandai perjalanan kariernya selama 14 tahun dalam dunia mode Indonesia, wanita berdarah Padang Palembang ini mengusung tema gotik dalam pergelaran busana kebaya yang berlangsung di Wedding Expo IV.

Meski tema yang diangkat gotik, namun bukan berarti hasil karya ibu tiga anak ini tampil dalam nuansa kelam. Justru kebaya-kebaya nuansa gotiknya mampu menciptakan imej anggun dan memesona pada pemakainya.

Karna, desainer kebaya ini memadukan tema gold dan etnik untuk ke-12 hasil rancangannya. Untuk menghasilkan buah karya yang selaras tema, Riny menggabungkan berbagai materi pendukung.

Mulai dari perpaduan unsur warna emas, silver, dan sedikit aksen warna berbeda, hingga pemilihan kain-kain daerah Palembang, Sumba, Kalimantan, dan batik Banten. Seluruh elemen ini mampu membuat koleksi kebaya miliknya tampak kian elegan.

“Bahan dasar tersebut dicelup dengan getah pohon. Setelah proses perendaman beberapa hari hingga bahan menjadi lembap, barulah saya kelantang. Dengan demikian, warna yang dihasilkan akan berbeda,” paparnya.

Untuk semakin menambah kesan gotik, wanita kelahiran Jakarta 19 Januari 1971 ini mengaplikasikan payet di setiap rancangannya. Bahkan, permainan aksen frill pun banyak diaplikasikan di bagian tangan dan kerah.

Sehingga mampu memberikan detail yang berbeda pada kebaya rancangannya. Kebaya-kebaya cantik yang dibanderol Rp35 juta-Rp100 juta ini memang pantas dihargai mahal, sebab dalam proses pengerjaannya pun memakan waktu hampir satu tahun.

“Biasanya satu kebaya saya kerjaan dalam tempo tiga bulan. Sementara untuk koleksi kali ini, bisa memakan waktu hingga 9 bulan,” pungkasnya. (dwi57)

Tere Lebih Cantik mengunakan Kebaya

Seorang penyanyi pemilik nama Theresia Ebenna Ezeria Pardede memang suka mengenakan jeans. Namun untuk menyiasati penampilannya tidak berkesan terlalu santai, anggota DPR ini suka menyandingkan jeans dengan kebaya.

Alhasil, penyanyi yang kerap disapa Tere ini pun lebih cantik. “Kesannya jadi lebih humanis. Sementara untuk model kebayanya, saya suka memilih yang simpel karena lebih nyaman,” kata Tere saat ditemui di daerah Mal Pacific Place, Jakarta, belum lama ini.

Adapun untuk warna busana kebaya, perempuan kelahiran Jakarta, 2 September 1979 ini selalu mencari warna lebih aman, seperti hitam dan putih. “Saya suka kedua warna itu karena tidak mencolok,” ujarnya.

Tere pun menambahkan, busana adalah refleksi dari si pemakai. Untuk itu, dirinya akan pilih-pilih busana yang memang sesuai dengan karakter dan jenis acara yang dikunjunginya. “Tetap menyesuaikan agar tidak salah kostum,” tutupnya. (dwi56)

Cheongsam Sama seperti Kebaya

Perkembangan zaman membuat cheongsam atau baju Shanghai yang identik dengan tradisi menjadi layaknya busana konvensional yang dapat dimodifikasi.

Bahkan menurut desainer Sebastian Gunawan, cheongsam pantas disejajarkan dengan kebaya. Hal ini karena pemakaiannya yang mudah dipadupadankan. “Cheongsam sudah kayak kebaya.

Lihat saja, dulu wanita pakai kain untuk berkebaya, sekarang tidak sedikit yang memadukannya dengan celana panjang,” kata desainer yang kerap disapa Seba sebelum pergelaran “Shanghai Swing” di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta.

Dari kacamata Seba, wanita dewasa ini semakin peka dan pintar dalam memilih apa yang mereka ingin kenakan. “Karena memang sudah tidak selayaknya fashion dibatasi.

Fashion milik semua orang, begitu juga kalau orang sudah bisa langsung melihat koleksi yang saya tampilkan sehari setelah show,” tutup desainer yang bergabung dengan Ikatan Perancang Mode Indonsia (IPMI) ini. (dwi49)

Kekasih Irfan Bachdim Mengenakan Kebaya Itu Trendi

Meski menjadi suatu pengalaman pertama mengenakan kebaya, model berkulit putih Jennifer Kurniawan sangat apresiatif terhadap busana pengantin tradisional khas Indonesia. Jika ditanya secara detail perihal kebaya mungkin model blesteran Jerman ini tak sanggup menjelaskannya.

Tapi saat ditanyakan busana yang diperagakannya karya Ayok Dwipancara pada pembukaan ajang Bidakara Wedding Expo ke-6 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jennifer masih sanggup menjawabnya dengan jelas. “Ya, saya tahu ini kebaya meskipun di Jerman tidak ada busana ini.

Tapi saya sangat menyukai bentuknya, detailnya yang penuh glitter dan mencolok. Ini sangat menakjubkan,” kata Jennifer. Kekasih Irfan Bachdim yang lama berkarier di Jerman ini menuturkan, sesungguhnya ia hanya tahu kalau kebaya adalah busana pengantin khas Indonesia.

Tapi soal lengkapnya, ia mengaku tak tahu banyak soal busana pengantin tersebut. Meski demikian, Jennifer yang memiliki ayah berdarah Indonesia ini sangat apresiatif terhadap busana nasional ini. “Saya memang tidak terlalu tahu soal kebaya, tapi saya pikir kebaya sebagai bagian dari fashion Indonesia sangat modern dan trendi dipakai,” papar Jennifer. (dwi45)

 

Jupe Suka Koleksi Kebaya Seksi

Seksi dan sensual, kesan itu sudah melekat dalam diri seorang artis papan atas yaitu Julia Perez. Citra tersebut terbentuk lantaran busana yang dikenakan wanita yang akrab disapa Jupe selalu mengumbar sensualitas tubuh, terutama buah dada. Bahkan, untuk busana kebaya, mantan istri Damian Perez ini selalu memesannya dengan ukuran mini.

Bukan Jupe namanya kalau tidak tampil seksi. Tercatat, dalam setiap penampilannya hampir semua busana yang pernah dikenakannya mengumbar sensualitas tubuh. Bukan bermaksud memberikan stigma atas kebiasaan tersebut tapi realita yang tergambar dalam keseharian Jupe memang demikian adanya.

Dan, keseksian itu pula yang kemarin dipamerkan Jupe saat dirinya tampil dalam perhelatan tunggal Kebaya For The World : “Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya. Malam itu, Jupe terlihat seksi dalam balutan kebaya warna hitam dan rok bawahan berwarna biru.

Sekilas, tampilan Jupe memang menawan dengan balutan busana tradisional tersebut tapi yang membuat kejutan adalah bagian dada Jupe yang terbuka lebar di bagian tengah sehingga kemolekan buah dadanya menyembul. Kekasih Gaston Castano inimengatakan, dia senang bisa menjadi bagian dari acara tersebut.

“Kebetulan saya memang menyukai kebaya, terutama rancangan mas Raden Sirait. Untuk berbagai acara saya sering pakai koleksi beliau,” kata Jupe yang ditemui usai pementasan tunggal Kebaya For The World karya Raden Sirait. Jupe yang malam itu menggunakan hot pants hitam dan T-shirt setelah perform di pentas mengaku memang suka busana tradisional tersebut.

“Biasanya saya kenakan untuk kondangan atau acara formal. Tradisi kita kan kebaya, jadi kita wajib punya”. Pelantun “Belah Duren” ini mengaku tak banyak koleksi yang dimilikinya. “Lumayan lah memenuhi lemari meski tidak sampai ratusan. Saya biasanya selalu pesan sama mas Raden kalau ada acara,” ungkapnya.

Lantas, seperti apa kebaya favorit Jupe? “Kalau pesan kebaya saya selalu bilang sama mas Raden untuk dibuatkan rok-nya pendek sebatas paha atas atau model skirt. Kalau lengannya sih saya lebih suka panjang,” tutup penyukai kebaya all colour itu. (dwi42)

Anggun Dan Cantik Melenggang dengan Kebaya

Selera bisa menginspirasi siapa saja, termasuk Yasra, seorang desainer kebaya. Ia mengangkat tema tersebut: ‘Sense’ atau Rasa karena terinspirasi dari seorang wanita yang selalu bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya. Rasa itu ditampilkan Yasra lewat warna-warna yang menggambarkan kisah perjalanan seorang wanita dengan warna cerah peach, pink, merah, dan kuning untuk menggambarkan perasaan senang atau bahagia.

Sedangkan warna-warna kelabu seperti abu-abu, hitam, off white, dan silver yang memberikan gambaran tentang perasaan saat sedih. Yasra mengungkapkan bahwa kebaya-kebaya yang dibuatnya adalah kebaya dengan pakem tradisional, tapi telah dimodifikasi sehingga tampil lebih modern. “Sense of nationality hadir dalam kebaya-kebaya tradisional yang telah dimodifikasi,” urainya.

Tampak kebaya model kartini dengan bentuk kebaya yang panjangnya tidak lagi hanya setengah paha, melainkan hingga lutut. Atau, kebaya dengan kerah cheongsam untuk aksen gaya China. Paduan bahan brokat dengan french lace, satin silk, dan chiffon silkmembuat kebaya tampil makin menawan.

Tak hanya dengan padanan kain batik, bawahan kain tenun dari Bali dan Palembangmenambah apik koleksi desainer yang sudah memulai bisnisnya sejak 1995 ini. Yang menarik dari desain Yasra di Jakarta Fashion Week 2012 itu adalah kebaya-kebaya handmade dengan detail bordir dan payet. (dwi41)

 

Gaun Pengantin Berbahan Batik

Masyarakat pada umum, gaun pernikahan modern yang dikenal biasanya berwarna putih, berbentuk seperti ball gown (gaun mengembang), tidak memiliki motif, dan cenderung menggunakan manik-manik, bordir, atau payet di permukaannya. Konsep gaun pengantin yang seperti itu saja membuat perancang muda, Ristya Stefanie, ingin memunculkan sesuatu yang berbeda. Ia pun menciptakan gaun pernikahan yang bermotif batik.

Bukan kain batik yang digunakan sebagai bawahan atau sarung untuk paduan kebaya pernikahan yang ditawarkan Ristya, melainkan kain batik yang disulap menjadi gaun pengantin. “Kain batik itu milik Indonesia. Kenapa orang Indonesia tidak menggunakan batik di hari spesialnya?” kata Ristya. Karena konsepnya batik, Ristya pun tidak takut bermain warna. Dari tujuh gaun pernikahan batik yang diciptakannya, semua berwarna jauh dari putih, yaitu biru, hijau, marun, dan emas. “Ada satu gaun yang tetap putih, tapi bagian roknya disisipkan kain batik,” ujarnya.

Agar bentuk gaun pernikahan batik terlihat layaknya gaun modern, perempuan 25 tahun itu tidak menggunakan batik tulis dan kain katun. Yang dia pakai adalah batik cap di atas kain sutra atau satin. Kenapa menggunakan batik cap? “Kalau batik tulis, kainnya lebih kaku. Jadi bentuk gaun tidak bisa jatuh seperti gaun pernikahan modern,” ujarnya. Pada konsep gaun pengantin batik ini telah populer di masyarakat Surabaya dan Yogyakarta. Kini Ristya mencoba merambah pasar Jakarta.

Untuk sebuah gaun pengantin, Ristya menawarkan harga sewa sekitar Rp 10-30 juta jika memesan secara khusus. Meski berkonsep modern, gaun buatannya bisa dipadankan dengan konde Jawa yang menggunakan rias paes atau jilbab. “Gaun memang modern. Tapi karena batik, jadi bisa tetap tradisional,” katanya. Gaun pengantin batik pernah juga dibuat oleh Chenny Han.

Perancang senior yang sudah malang melintang di bidang busana pengantin ini pernah membuat gaun pengantin batik black and white bersama Josephine Komara alias Obin pada tahun 2010. “Batik memiliki potensi bagus untuk dipakai sebagai bahan dasar gaun pengantin. Hanya saja, orang Indonesia terbiasa menilai pernikahan sebagai sesuatu yang sakral,” kata Chenny. (dwi36)

Model Kebaya Pengantin Modern

Konsep kebaya modern mempunyai aneka ragam model yang sangat cantik, mewah, serta classy sehingga pas dikenakan pada moment penting seperti pada acara resepsi pernikahan maupun pada saat acara ijab qobul. Bila tertarik mengenakan kebaya pada acara pernikahan seperti ini, kita bisa membeli bahan dan membawa ke tukang jahit beserta contoh model yang kita inginkan.

Dengan mengenakan kebaya pengantin pada acara resepsi pernikahan tidak berarti harus menggunakan konsep acara pernikahan jawa atau konsep dari daerah lainnya. Kebaya yang telah menjadi busana nasional Indonesia bisa membuat acara pernikahan menjadi lebih fleksibel.

Bahkan beberapa pasangan selebriti negeri ini mengenakan kebaya pengantin pada acara pernikahan mereka yang mengusung konsep Internasional. Hal ini membuktikan bahwa kebaya semakin mendunia dan semakin bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat. Kebaya pengantin yang saat ini beredar di pasaran memang sangat menggiurkan untuk dipilih.

Model dari kebaya pengantin yang bisa membuat pemakainya tampak sangat anggun memang pas untuk dikenakan pada momen yang sangat spesial. Biasanya bila pengantin putri mengenakan kebaya, maka pengantin pria bisa mengenakan setelan jas dengan warna senada. Dengan mengenakan kebaya pengantin, tata rias rambut tidak harus menggunakan sanggul tradisional karena malah akan tampak aneh.

Kebaya pengantin yang merupaka kebaya modern biasanya dikombinasikan juga dengan sanggul modern  mulai dari yang bentuknya lebih simple sampai yang agak ribet. Warna dari kebaya pengantin yang dikenakan juga biasanya disesuaikan dengan warna dominan yang menghiasi tempat acara. Namun tidak jarang juga hanya menggunakan warna-warna soft seperti cream, putih tulang, maupun warna pastel. Yang penting tetap menyatuh dengan nuansa warna pelaminan yang anda pilih. (dwi34)