Gotik dan Elegan ala Riny Suwardy

Ternyata, gotik yang identik dengan warna yang gelap dan nuansa suram dapat disulap lebih cantik, anggun, dan elegan. Seperti yang ditemukan pada desain milik perancang Riny Suwardy yang bertajuk “Mahakarya Riny Suwardy”.

Menandai perjalanan kariernya selama 14 tahun dalam dunia mode Indonesia, wanita berdarah Padang Palembang ini mengusung tema gotik dalam pergelaran busana kebaya yang berlangsung di Wedding Expo IV.

Meski tema yang diangkat gotik, namun bukan berarti hasil karya ibu tiga anak ini tampil dalam nuansa kelam. Justru kebaya-kebaya nuansa gotiknya mampu menciptakan imej anggun dan memesona pada pemakainya.

Karna, desainer kebaya ini memadukan tema gold dan etnik untuk ke-12 hasil rancangannya. Untuk menghasilkan buah karya yang selaras tema, Riny menggabungkan berbagai materi pendukung.

Mulai dari perpaduan unsur warna emas, silver, dan sedikit aksen warna berbeda, hingga pemilihan kain-kain daerah Palembang, Sumba, Kalimantan, dan batik Banten. Seluruh elemen ini mampu membuat koleksi kebaya miliknya tampak kian elegan.

“Bahan dasar tersebut dicelup dengan getah pohon. Setelah proses perendaman beberapa hari hingga bahan menjadi lembap, barulah saya kelantang. Dengan demikian, warna yang dihasilkan akan berbeda,” paparnya.

Untuk semakin menambah kesan gotik, wanita kelahiran Jakarta 19 Januari 1971 ini mengaplikasikan payet di setiap rancangannya. Bahkan, permainan aksen frill pun banyak diaplikasikan di bagian tangan dan kerah.

Sehingga mampu memberikan detail yang berbeda pada kebaya rancangannya. Kebaya-kebaya cantik yang dibanderol Rp35 juta-Rp100 juta ini memang pantas dihargai mahal, sebab dalam proses pengerjaannya pun memakan waktu hampir satu tahun.

“Biasanya satu kebaya saya kerjaan dalam tempo tiga bulan. Sementara untuk koleksi kali ini, bisa memakan waktu hingga 9 bulan,” pungkasnya. (dwi57)

Tere Lebih Cantik mengunakan Kebaya

Seorang penyanyi pemilik nama Theresia Ebenna Ezeria Pardede memang suka mengenakan jeans. Namun untuk menyiasati penampilannya tidak berkesan terlalu santai, anggota DPR ini suka menyandingkan jeans dengan kebaya.

Alhasil, penyanyi yang kerap disapa Tere ini pun lebih cantik. “Kesannya jadi lebih humanis. Sementara untuk model kebayanya, saya suka memilih yang simpel karena lebih nyaman,” kata Tere saat ditemui di daerah Mal Pacific Place, Jakarta, belum lama ini.

Adapun untuk warna busana kebaya, perempuan kelahiran Jakarta, 2 September 1979 ini selalu mencari warna lebih aman, seperti hitam dan putih. “Saya suka kedua warna itu karena tidak mencolok,” ujarnya.

Tere pun menambahkan, busana adalah refleksi dari si pemakai. Untuk itu, dirinya akan pilih-pilih busana yang memang sesuai dengan karakter dan jenis acara yang dikunjunginya. “Tetap menyesuaikan agar tidak salah kostum,” tutupnya. (dwi56)

Raden Sirait Berbagi Cinta Lewat Kebaya

Cinta yang begitu luas makna dan cakupannya bisa tertuang dalam berbagai rupa, tak terkecuali dalam sehelai busana. Untuk menggambarkan cinta, takkan ada lahan yang sanggup melukiskannya. Cinta yang begitu agung serta universal bisa tertuang dalam bentuk apapun. Dan, cinta universal ini pula yang diresapi Raden Sirait.

Desainer kelahiran Porsea ini memilih menuangkan sebongkah cintanya untuk mengulik keindahan busana Nusantara. “Kebaya itu pengejawantahan dari cinta itu sendiri. Cinta tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan secara emosional, karenanya perlu pengejawantahan dalam bentuk fisik.

Dan kebaya adalah refleksi dari cinta yang saya miliki,” kata Raden saat konferensi pers di foyer Teater Jakarta. Rasa cinta Raden terhadap kebaya memang begitu kuat. Itu terlihat dalam 155 busana kebaya lebih yang dipamerkan dalam pergelaran tunggal yang menandai perjalanan dirinya mengolah busana adiluhung tersebut selama lima tahun.

Mengusung tema “Kebaya For The World: Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya”, sarjana lulusan Institut Pertanian Bogor ini secara liar menuangkan gagasannya mendesain kebaya. Puluhan kebaya yang sudah berevolusi hadir memenuhi panggung apik berlatar ala Timur Tengah dan Eropa yang kental dengan nuansa gold.

Di atas panggung sengaja dibuat berstruktur tiga undakan yang mengguratkan filosofi penggambaran kehidupan manusia tersebut Raden secara gamblang menegaskan ekspresi cintanya yang meletup-letup terhadap kebaya. Kesan evolusi zaman dan akulturasi budaya lokal dan luar pun sangat kental membaur di antara puluhan koleksi yang ditampilkannya.

Pada sesi awal kebaya yang ditampilkannya dominan dengan bentuk kebaya ala Mesopotamia. Kesan ratu dihadirkan lewat siluet kebaya yang memeluk tubuh dan dipadu dengan bawahan batik, songket, ulos, dan sebagainya. Citra seorang ratu ditegaskan melalui bentuk jubah mantel yang menutup bagian luar kebaya dengan aksen kerah tinggi dan berdiri.

Di sesi selanjutnya, Raden menyajikan busana kebaya dengan kesan ekstravaganza. Kebaya yang biasanya formil disulap Raden dalam bentuk baju seksi yang dipadu dengan hot pants, stoking, dan bot. Di pertengahan ada pula kebaya yang mengadopsi berbagai budaya Nusantara. Ada Bali, Papua, Jawa, dan beberapa propinsi lainnya yang menjadi inspirasi.

Tak heran, penonton yang memadati Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada malam itu sempat dibuat kagum dengan tampilan kebaya yang berpadu rok rumbai-rumbai di mana identik dengan budaya Papua. Atau keindahan kebaya dengan paduan kain yang menjuntai mermotif macan tutul khas Afrika.

Raden sepertinya memang ingin menampilkan keindahan kebaya secara utuh. Keuniversalan kebaya ditampilkan Raden dengan adaptasi seni dan budaya dari seluruh penjuru. “Misi terbesar saya memang ingin memperkenalkan dan mempopulerkan kebaya di kancah internasional. Jadi, kebaya tak hanya dipakai warga Indonesia tapi juga para pesohor dunia,” tutupnya. (dwi44)

Merubah Kebaya Lama Menjadi Baru

Ingin mengenakan kebaya lama tapi tidak mau terlihat kuno? Sudah saatnya mengubah busana kebaya ini dengan aplikasi seperti bordir, payet dan dengan penambahan beads agar terlihat mencolok. Jika anda ingin lebih modern lagi, cobalah untuk mengubah atau merombak lengan dan kerah kebaya Anda.

Ganti kerah dengan paduan bahan yang bisa diubah, misalnya dari kain jarit menjadi kain sifon atau thai silk. Celana pajang untuk panduan kebaya mungkin sekarang bisa diubah menjadi celana 7/8 agar penampilan menadi terlihat segar. Untuk lengan, ubah bentuk agar menjadi sedikit seksi, misalnya menyerupai ”u can see”.

Kebaya ini bisa dikenakan di siang hari pada acara-acara nonformal. Bustier juga perlu diperhatikan juga. Dulu warna pilihan bustier harus senada dengan kebaya yang tipis. Kini, jangan ragu untuuk mengganti warna bustier dengan warna yang lebih berani asal tetap sesuai dengan kebaya yang dikenakan.

Pada kebaya klasik, kain jarit biasanya hanya dililit kemben sehingga terlihat kuno dan ”ribet” dengan longtorso. Modifikasilah jarit dengan ziper atau bentuklah menyerupai rok. Sekarang, kebaya tradisional Anda akan tetap anggun dengan perubahan bentuk yang makin modern. (Disarikan dari buku ”Chic in Kebaya” karya Ria Pentasari). (dwi43)

Anggun Dan Cantik Melenggang dengan Kebaya

Selera bisa menginspirasi siapa saja, termasuk Yasra, seorang desainer kebaya. Ia mengangkat tema tersebut: ‘Sense’ atau Rasa karena terinspirasi dari seorang wanita yang selalu bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya. Rasa itu ditampilkan Yasra lewat warna-warna yang menggambarkan kisah perjalanan seorang wanita dengan warna cerah peach, pink, merah, dan kuning untuk menggambarkan perasaan senang atau bahagia.

Sedangkan warna-warna kelabu seperti abu-abu, hitam, off white, dan silver yang memberikan gambaran tentang perasaan saat sedih. Yasra mengungkapkan bahwa kebaya-kebaya yang dibuatnya adalah kebaya dengan pakem tradisional, tapi telah dimodifikasi sehingga tampil lebih modern. “Sense of nationality hadir dalam kebaya-kebaya tradisional yang telah dimodifikasi,” urainya.

Tampak kebaya model kartini dengan bentuk kebaya yang panjangnya tidak lagi hanya setengah paha, melainkan hingga lutut. Atau, kebaya dengan kerah cheongsam untuk aksen gaya China. Paduan bahan brokat dengan french lace, satin silk, dan chiffon silkmembuat kebaya tampil makin menawan.

Tak hanya dengan padanan kain batik, bawahan kain tenun dari Bali dan Palembangmenambah apik koleksi desainer yang sudah memulai bisnisnya sejak 1995 ini. Yang menarik dari desain Yasra di Jakarta Fashion Week 2012 itu adalah kebaya-kebaya handmade dengan detail bordir dan payet. (dwi41)

 

Trend Kebaya Lengan Pendek

Model kebaya lengan pendek bisa di bialng salah satu trend pada saat ini. Modelnya yang tetap berkelas namun tampak lebih casual saat dikenakan dan dapat menjadikan kebaya lengan pendek menjadi incaran para remaja putri.

Bila dilihat dari asal muasal terciptanya model kebaya lengan pendek yaitu berawal dari keinginan para remaja remaja putri untuk memakai kebaya pada acara-acara resmi namun  tidak ingin terlihat seperti ibu-ibu. Bahan yang digunakan pada model kebaya lengan pendek yaitu sama seperti bahan pada kebaya model lainnya.

Bisa menggunakan bahan brokat,silk,  tulle, satin, dan sebagainya. Untuk motif juga tidak terdapat perbedaan. Bisa menggunakan payet maupun bordir. Kita bisa membeli model kebaya lengan pendek dengan model yang cantik dan modern.

Berdasarkan design dan material yang digunakan, kebaya dibedakan menjadi sebagai berikut: Kebaya yang biasa dikenakan sehari-hari, kebaya yang dikenakan untuk pesta, dan kebaya pernikahan. Model kebaya lengan pendek termasuk dalam jenis kebaya yang dikenakan untuk pesta walaupun tidak sedikit yang mengenakan model kebaya lengan pendek dengan bawahan celana panjang dari bahan jeans untuk menghadiri pesta.

Model kebaya lengan pendek telah menginspirasi para designer ternama untuk menciptakan design kebaya modern lengan pendek. Peluang ini ditangkap para designer untuk lebih mengenalkan kebaya kepada para generasi muda sehingga para remaja putri tidak sungkan untuk mengenakan kebaya dalam beberapa acara resmi yang harus mereka hadiri. (dwi33)

Kebaya Pink Untuk Lamaran Okie Agustina Dikerjakan Kilat

Melangsungkan kejenjang lamaran mantan suami pasha, Okie Agustina ternyata belum lama memesan kebaya yang dipercayakannya pada bridal ternama. Okie sempat terlihat menjalin kisah dengan beberapa pria, akhirnya hati mantan istri Pasha “Ungu” ini jatuh pada seorang pesepak bola Gunawan Dwi Cahyono.

Merasa sudah klik dan cocok satu sama lain, keseriusan cinta mereka pun akan diikrarkan dalam prosesi lamaran sebagai satu tahap sebelum ke jenjang pernikahan. Lamaran yang akan dilangsungkan awal Maret 2012 ini rencananya diadakan di Bogor, Jawa Barat.

Dalam momen penting itu, Okie akan mengenakan kebaya khusus hasil kreasi perancang Paula Meliana dari Eva Bun Bridal. Meski rencana sudah di depan mata, ternyata pemesanan gaun itu berlangsung singkat dan belum lama dipesan.

“Okie baru memesan kebayanya kurang lebih dua minggu yang lalu,” tutur Yuli, asisten dari Paula yang sempat berbincang, Senin (27/2/2012). Yuli menambahkan, pengerjaan gaun pengantin tersebut memang terlalu cepat. Paula dan tim tanpa kesulitan berarti berhasil menyelesaikan gaun pesanan tersebut dengan singkat.

“Pengerjaan gaun oleh Mba Paula memang cepat. Hanya 10 hari meraka kerja saja. Kebetulan tubuh Okie memang ideal, jadi tidak ada kesulitan saat pengerjaan,” tambahnya. Seperti diketahui, rencana lamaran tersebut sedianya akan dilangsungkan pada 3 Maret 2012 mendatang di Bogor, Jawa Barat. Fitting busana telah dilakukan Okie di Eva Bun Bridal yang bertempat di Jalan Hayam Wuruk, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2012). (dwi31)

Kebaya Tradistional Cantik Koleksi Yasra Kebaya

Kebaya bisa juga dibilang salah satu pakaian pada wanita yang mewakili identitas bangsa Indonesia, selain batik tentunya. Dalam event Jakarta Fashion Week 2012, Senin (14/11) kemarin, Yasra Kebaya mengeluarkan beberapa koleksi terbarunya. Sejumlah model memperagakan busana karya Yasra Kebaya yang bertema “SENSE”, Yasra Kebaya mengeluarkan 34 koleksinya. Koleksi yang ditampilkan ini terinspirasi dari rasa dan selera seorang wanita yang selalu mengekspresikan diri dari segala apapun yang dirasa.

Bahan-bahan yang digunakan dalam show Sense ini diantaranya adalah French lace, crochet, satin silk, dan chifon silk; dengan detail bordir, payet, kristal, dan aplikasi hand made. Untuk warna yang mewakili rasa tersebut dalam Sense ini diantaranya adalah peach, pink, green mint, hitam, off white, merah, kuning, hijau, gold, dan silver.

Sense of nationality pun hadir dalam kebaya-kebaya tradistional yang telah dimodifikasi sebagai perwujudan wanita Indonesia yang mencintai kebudaya Indonesia dan tetap berfikir ke depan. Bukan hanya kebaya yang ditampilkan akan tetapi kain-kain tenun dan songket mewarnai show ini.

Ibu Yasra sebagai pendiri Yasra Kebaya, sudah 16 tahun lamanya berkecimpung mendalami usaha kebaya. 5 tahun kebelakang ini, ia membuka second line baju muslim, “Yasra Studio” dengan koleksi yang lebih ready-to-wear. Yasra Studio kini sudah tersedia di dept. store terkemuka di Jakarta. (dwi16)

Kebaya Payet Hijau Tosca dari Dayne Cikarang or BSD

Orderan kebaya payet hijau ini datang dari dayne yang tinggalnya di daerah cikarang and BSD juga kata dia. Mba Dayne ini orangnya sangat cantik maklum kata dia bekas pramugari salah satu penerbangan luar negri. Dia awalnya dateng ke tempat ku tanpa bawa bahan, lalu minta di temani mencari bahan di daerah bekasi. Terima kasih juga loh mba atas traktiranya.

Untuk model kebaya payet  ini dari dayne nya sendiri mempercayakan designya ke aku. Pada bagian bahunya aku berikan bordiran sebagai alat bantu untuk menopang kebayanya pada saat di kenakan. Untuk Bagian depan bawahnya aku buat seperti huruf V tapi pada bagian belakangnya aku buat sejajar.

 

Kebaya pengantin modern

Model dan Gambar Kebaya Modern Hasil Karya Designer Indonesia

Kebaya Modern Mrs Sharon from Sri Langka

kebayaKebaya Modern ini orderan dari Mrs Sharon from Sri Langka, orangnya untuk ukuran orang indonesia cukup tinggi dan besar, Untungnya Mrs Sharon ini benar2 mempercayakan semuanya ke aku untuk designya. Kebaya ini menggunakan Obi opnaisel pada bagian pinggangnya dan untuk bagian blousnya ku buat menyerong.Pada bagian bawahnya ku tambahkan potongan – potongan motif dari bahan brokatnya sehingga memberikan kesan tidak polos dan menyatu dengan atasnya. Untuk lenganya ku design dengan model tulips dengan lebar sekitar 50cm