Perjalanan Keindahan Busana Peranakan

Perjalanan kehidupan seorang wanita  tidak ada tiada habisnya untuk diungkap. Manisnya cinta, getirnya kegalauan hati seolah menjadi hiasan tak kasat mata. Tersirat dalam gaya bahasa, mimik, bahkan balutan cantik busana beserta aksesorinya.

Menggambarkan perjalanan kehidupan gadis peranakan Tionghoa, pagelaran busana “Beauty Treasure” oleh Jeanny Ang, Deden Siswanto, dan Rudy Chandra seolah memberikan nilai baru dalam ranah fashion Tanah Air. Karena, tak hanya romansa kehidupan, nilai budaya baru pun mendominasi rancangan ketiganya. Budaya peranakan Tionghoa.

Rasa kagum ketiga desainer akan budaya peranakan memberikan sentuhan baru pada rancangan mereka. Melihat aspek budaya Asia yang sejatinya berasal dari Indonesia ini, ketiga desainer menerjemahkannya dalam sebuah pagelaran dengan imajinasi cerita yang mewakili ciri khas rancangan mereka.

Terinspirasi dari festival lentera dalam kebudayaan China, Jeanny Ang membawa sentuhan desain dan warna-warna yang playful, feminin, dan romantis. Dalam kebudayaan China, festival lentera sarat akan makna pengharapan, cinta, hubungan antar sesama dan alam semesta, serta rezeki. Melihat rancangannya, seolah melihat sosok gadis cantik yang sedang mencari jati dirinya.

Kain bermotif batik yang dipadukan dengan beragam bordir indah dan aplikasi tile dirancang menjadi mini dress, kebaya, serta gaun malam yang indah. Desain peplum, pencil skirt, dan mermaid dress mendominasi rancangannya. Pemilihan warna-warna cerah seperti pink, hijau, kuning, dan oranye menambah sisi feminin pada rancangannya.

Apalagi, ditambahkan dengan bordir-bordir berbentuk bunga khas pakaian etnis China. ”Desain yang dibawakan ada unsur budayanya, tetapi juga memiliki sentuhan modern internasional,” ujarnya. Ketika Jeanny Ang tampil ceria khas gadis muda, Deden Siswanto menggambarkan dinamika kehidupan gadis peranakan dalam sisi yang berbeda. Percintaan dua etnis dengan proses akulturasi budaya yang pelik di dalamnya, menginspirasi Deden membuat rancangan yang terkesan suram.

Cutting yang asimetris seolah mendobrak tradisi, siluet, dan motif-motif khas China menggambarkan keseimbangan, sedangkan penggunaan material batik mewakili budaya Indonesia. Kain organza, suede, dan voile diolah dengan teknik layering, digital print, hand painting, dan steaming. Warna-warna yang digunakan seperti hitam dan cokelat mampu menggambarkan kegalauan hati sang gadis. Meski terkesan suram, elemen cut outmemberikan kesan seksi pada rancangannya.

“Rancangan saya adalah dark side-nya, sebuah masa-masa yang tidak pasti. Jadi, agak-agak gothic,” ujar Deden. Meski masalah pelik menghiasi perjalanan hidup sang gadis, rancangan Rudy Chandra mampu memberikan kisah happy ending. Ornamen-ornamen estetika pada bangunan bersejarah, keramik, dan perabotan budaya peranakan Tionghoa memberikan inspirasi pada rancangan Rudy Chandra.

Ornamen tersebut digambarkan dari teknik bordir motif kerancang dengan teknik lasercutting yang lebih modern. Dengan siluet S dan A line, rancangannya terlihat sederhana, feminin, dan elegan menonjolkan kharisma seorang wanita dewasa, matang, dan penuh percaya diri.

Tak hanya cheongsam, pencil skirt, dan baju panjang yang modern, Rudy Chandra juga menampilkan gaun pengantin modern yang dirancang menggunakan material jacquard, chiffon silk, organza silk, batik lasem, songket, brocade, dan taffeta.(dwi12)

Keraton Surakarta Disulap Menjadi Arena Catwalk

Pelataran keraton Surakarta yang terbiasa digunakan untuk acara ritual tertentu dari pihak keraton diubah menjadi sebuah panggung megah fashion show bertajuk ‘Anne, Cinta Sahabat’, yang digelar perancang ternama, Anne Avantie. Bahkan, panggung peragaan busana berada tepat di samping Sangga Buwana, tempat duduk Raja Solo saat jumenengan ndalem.

Acara fashion show yang dikonsep dengan teatrikal ini cukup menarik. Beberapa artis lawas dan penyanyi ikut  terlibat di dalamnya. Untuk jajaran penyanyi ada Lea Simanjutak, Waldjinah, Judika, Titiek Puspa. Bahkan Krisdayanti ikut menyumbangkan suara emasnya.

Sedangkan untuk jajaran pemodel dan artis pun cukup banyak. Mulai dari Atikah Hasiholan dan sang pacar, Rio Dewanto, Anjasamara, Dian Nitami, Attalarik Syah, Ira Wibowo, Rima Melati, Widyowati, Indra Bekti dan Nycta Gina. Dalam fashion show ini, Anne menampilkan ratusan kebaya modern hasil rancanangannya.

Karya-karya ini dibagi dalam beberapa tema: kebaya keputren, pengantin putri, pengantin seloka, putri Tionghoa, putri Solo, batiken, kebaya tenggo, melati putih, adinda wayang golek Dewi Sri. Benang merah dari rancangan-rancangan Anne Avantie adalah kebaya modern dengan permainan payet yang rapi yang dipadu dengan kain batik corak modern, songket dan kerudung.

Selain itu, Anne juga tetap bertahan dengan gayanya yang khas, menampilkan sisi keseksian perempuan, menyesuaikan dengan lekuk tubuh perempuan. Fashion show yang menandai 22 tahun Anne Avantie berkarya ini memang sengaja dihelat di keraton Surakarta.

Selain merupakan impiannya, Anne juga ingin bernostalgia dengan masa kecilnya. Masa kecil Anne memang di Solo. Sejumlah tokoh penting di masa lalunya juga diundang dalam syukuran ini. Termasuk, tukang becak yang biasa  mengantar Anne sekolah, tukang kebun dan suster kepala SD. (dwi11)

Nadine Chandrawinata Mengenalkan Kebaya Di Kontes Miss Universe 2006

Sebagai duta bangsa Indonesia di ajang Internasional, Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata sudah selayaknya menjaga image bangsa. Termasuk dalam hal berbusana, ini merupakan tugas Nadine yang akan dikirim ke ajang lomba ‘ayu-ayuan’ sejagat, Miss Universe.

Di ajang ini, Nadine akan memperkenalkan dan mengenakan kebaya sebagai busana nasional. Dengan cara ini, ia berharap paling tidak kebaya bisa setaraf dengan kimono, busana asli Jepang.

“Sebenarnya ajang ini menjadi kesempatan kita untuk memperkenalkan dan sekaligus melestarikan kebaya sebagai busana nasional di tingkat internasional. Dan tentunya kita akan berusaha agar kebaya dapat menjadi trend-setter untuk perkembangan fashion future ke depan,” tutur Nadine di Nikko Hotel.

Kebaya sebagai busana asli nasional sebenarnya telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan fashion tanah air. Karena setiap tahunnya kebaya selalu mengalami perubahan yang inovatif. Disamping itu kebaya memiliki kharisma tersendiri.

Menurut Nadine, setiap wanita Indonesia yang mengenakan buasana kebaya akan memancarkan pesona tersendiri. “Dia akan kelihatan cantik, wibawa, elegan dan seksi,” ujarnya.

“Dan untuk di Miss Universe nanti, dalam keseharian saya akan mengenakan busana batik, dan pada malam finalnya saya akan mengenakan busana kebaya,” ungkapnya.

“Paling tidak nanti kita akan tunjukan ke dunia bawa kebaya merupakan bagian budaya bangsa dan karakter bangsa Indonesia khususnya wanita-wanita sebagai srikandi-srikandi bangsa,” tambah Nadine.(dwi10)

Nadine Candrawinata Memakai Kebaya Pada Saat Pengambilan Foto Di Dalam Air

Kegemaran menyelam kedalam laut ternyata berguna, itulah yang kini dirasakan Nadine Chandrawinata. Pasalnya mantan Puteri Indonesia ini bakal menjadi sampul novel karya Zara Zetira terbaru. Menurut rencana pengambilan foto dilakukan di dalam air.

 

Hal tersebut diakui usai peluncuran buku GOOD LAWYER di Planet Hollywood. ”Memang saya sedang ada proyek dengan dia dan saya dijadikan model covernya. Kebetulan saya penggemar tulisan-tulisan Zara,” ujarnya.

 

Ditambahkan busana yang nanti dikenakan adalah kebaya. Hal ini disesuaikan dengan isi dari novel yang tengah ditulis Zara. Selain itu karena Nadine suka dengan busana tradisional seperti kebaya.

 

“Dengan pakai kebaya kita bisa menunjukkan budaya negeri sendiri daripada nanti diambil negeri lain. Kebaya juga bisa memperlihatkan diri kita siapa. Rencananya warna kebaya yang saya pakai ungu,” katanya lagi.(dwi09)

 

Seksi Pada Saat Mengenakan Kebaya

kebaya

Seksi Pada Saat Mengenakan Kebaya

Kebaya – Dalam beberapa kesempatan, artis Maudy Koesnaedi selalu mengenakan kebaya. Sehingga salah satu peninggalan asli nenek moyang Indonesia itu bagai menyatu pada dirinya dan seperti tak dapat dipisahkan.

Hal ini diakuinya usai temu media peluncuran buku Journey of Love karya Raden Sirait di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta. “Saya sudah biasa pakai kebaya,” ujarnya singkat lalu tersenyum.

Dia menambahkan walau terkesan susah bergerak namun dirinya merasa tidak terganggu. Bahkan isteri Erick Meijer itu merasa seksi bila mengenakan kebaya dibanding pakaian lain.

“Enggak merasa keganggu kalau saya pakai kebaya. Justru saya merasa seksi jika mengenakannya,” sambungnya.

“Bentuk tubuh besar di bawah. Jadi siluet tubuh besar pakai kebaya dan jadi seksi,” imbuh perempuan yang kini menurunkan berat badan satu kilogram lagi tersebut.(dwi08)

Ardina Rasti Bangga Mengenakan Kebaya

Bangga mengenakan kebaya

Ardina Rasti Bangga Mengenakan Kebaya

Bangga mengenakan kebaya – Kebudayaan Indonesia saat ini memang beraneka ragam. Salah satunya keragaman budaya tersebut adalah pakaian adat kebaya. Bagi seorang wanita, memakai kebaya bisa menjadi suatu kebanggaan, karena kebaya dianggap mencerminkan jati diri seorang wanita Indonesia.

Begitulah yang dirasakan Ardina Rasti saat membawakan kebaya rancangan Raden Sirait di 7th Jakarta Fashion and Food Festival. “Bangga banget. Karena kebaya sekarang udah jadi pakaian nasional. Kadang kalau manggung pun aku make kebaya,” ujar Rasti saat ditemui usai Fashion Show di Hotel Haris.

Pengalaman membawakan kebaya di catwalk pun meninggalkan cerita yang menarik bagi Rasti. Menurut mantan kekasih Lucky Wija ini, ia mengalami pengalaman menarik ketika dia berada dalam ruang ganti. Di situ, Rasti bisa melihat para model termasuk dirinya kocar kacir saat ganti baju kebaya.

“Aku sama model yang lain bangga mengenakan kebaya, tapi riweuh banget pokoknya pas lg ganti baju kebaya disana, barang bertebaran ke mana-mana. Mereka juga tak malu untuk buka baju di hadapan yang lain, mungkin udah terbiasa kali ya,” ujar Rasti keheranan. “Kalau aku sih nyari pojokan saat ganti baju, minta orang tutupin pakai sarung,” imbuhnya lagi.(dwi07)

Modifikasi Busana(Kebaya) ala Peranakan Tionghoa

Sebuah kolaborasi dari tiga orang desainer anggota APPMI, pagelaran show bertajuk “Beauty Treasure”. Menelusuri indahnya kekayaan sejarah negeri ini melalui kisah sejarah peranakan Tionghoa yang unik dan mengagumkan.

“Berawal dari perjalanan saya ke museum peranakan Tionghoa di Singapura, saya begitu kagum tempat ini menyimpan kebaya, perhiasan dan keramik, yang lebih membuat saya makin kagum, kebanyakan di antaranya berasal dari Indonesia,” begitu ungkap Jeanny Ang kepada awak media sebelum memulai show.

Sementara itu, peranakan Tionghoa merupakan bagian kehidupan Rudy Chandra karena ia masih memiliki darah peranakan tersebut. Masih sekitar perjalanan menangkap ide ini, Deden mengungkapkan bahwa hal ini memberikannya wacana baru. Ia melihat keunikan Cina Peranakan pada museum peranakan tersebut, mulai dari gambaran kelahiran hingga kematian, hal ini juga yang akan ditampilkan pada show malam itu.

Komunitas dan budaya peranakan telah berkembang di Indonesia sejak akhir abad ke-15. Percampuran budaya yang paling kaya ini merupakan asimilasi antara imigran Cina dengan Jawa, Belanda, Inggris, Arab, India, Melayu dan Portugis. Dan menilik perkembangan busananya, kaum wanita peranakan memakai kain batik dan kebaya yang kemudian dikenal luas di dunia sebagai kebaya Nyonya.

Selama satu tahun persiapan, berdasarkan beberapa catatan sejarah panjang dari Tionghoa peranakan, tiga desainer ini mewujudkan pagelaran busana bertajuk “Beauty Treasure” yang berlangsung sukses pada 14 Juni 2012 di Hotel Mulia Senayan.

Koleksi yang terbagi dari beberapa fase kehidupan hadir dalam gaya remaja yang feminin, berbunga – bunga, penuh keceriaan warna yang mengagumkan. Diwakili oleh koleksi Jeanny Ang yang menampilkan 25 set busana wanita, terbagi dalam 3 sesi show. sesi pertama menampilkan 7 set mini dress, sesi kedua menampilkan 9 set gaun kebaya, dan sesi akhir menampilkan 9 set gaun Cina. Rangkaian ini juga terinspirasi dari Festival Lentera yang penuh kemeriahan dan energi positif, dalam warna pink, hijau, biru, kuning dan orange.

Material kain batik yang digunakan sebagian besar menggunakan teknik cetak khusus untuk mendapatkan motif batik yang serupa pada dua sisi kain. Motif – motif itu juga dipertegas dengan teknik bordir, terinspirasi motif dan warna kebaya peranakan berefek tiga dimensi. Koleksi Jeanny Ang hadir dalam paduan atasan – atasan tanpa lengan dan ada pula yang berlengan pendek dengan detail bordir, bawahan rok mini bervolume, pencil skirt juga gaun panjang dengan bagian bawah bersiluet mermaid.

Rudy Chandra dengan 25 set rancangan, terinspirasi dari ornamen – ornamen estetika pada bangunan bersejarah, keramik dan perabotan dari budaya peranakan Tionghoa di Indonesia. Dalam bentuk ornamen maupun warna dan tekstur yang dimunculkan, Rudy Chandra mencoba menerapkan unsur-unsur tersebut ke dalam koleksi rancangannya kali ini.

Dalam beberapa rancangan, bentuk – bentuk ornamen tersebut diwujudkan dalam garis rancangan yang simple, feminin dan elegan yang menonjolkan kharisma seorang wanita dewasa, matang dan penuh percaya diri. Koleksi dengan potongan A-line, pencil skirt, dan dress panjang yang membingkai lekuk tubuh dengan siluet mermaid menjadi perwujudan kesan yang ingin ditampilkan itu.

Permainan material melalui jacquard, chiffon, organza silk, batik Lasem, brokat dan taffeta dengan warna merah tembaga, coklat keemasan, emas dan biru metalik, serta batik 2 sisi semakin memperkuat ornamen yang ingin ditonjolkan.

Koleksi Deden Siswanto menjadi penutup show, dengan 25 set busana wanita dan pria yang menggambarkan masa kegundahan, kerisauan hati, dalam warna – warna terang. Nampak proses asimilasi budaya yang tentu saja juga memiliki sisi gelap, misterius dan sering kali berbenturan dengan tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat.

Rangkaian perjalanan cinta dua manusia dari dua latar budaya berbeda (pendatang dan setempat) yang dalam prosesnya tidak berjalan mulus juga menjadi inspirasi rancangan ini. Proses yang bisa kita ‘baca’ melalui siluet dan potongan asimetris menggambarkan sesuatu yang mendobrak tradisi, namun muncul juga siluet dan motif – motif simetris khas Cina yang menggambarkan keseimbangan.

Material tekstil didominasi kain organza, suede dan voile, material yang tidak berkesan berat dan tetap terlihat ringan. Diterapkan dengan teknik layering menggunakan kain – kain yang diolah kembali menggunakan berbagai teknik. Di antaranya adalah digital print, ragam aplikasi, hand painting, dan steaming. Untuk material batiknya, Deden juga menggunakan batik dua sisi.(dwi06)

Kembalinya Adjie Notonegoro, Sang Master Kebaya

Diawali dengan suara indah Reza, show yang molor cukup lama ini dimulai pada 17.10 Wib. Diiringi lagu Bubuy Bulan, nuansa adat Sunda begitu kental dalam sesi koleksi kebaya dengan ekor panjang, kebaya-kebaya putih yang begitu anggun membalut lekuk tubuh para model.

Kebaya putih dengan bahan transparan membalut bustier brokat berbentuk bunga berwarna senada, bahan transparan dihias manik berbentuk selembar daun. Bagian transparant juga jadi aksen pembatas dan penegas potongan pola garis yang tidak simetris. Kebaya brokat putih penuh manik dengan pola hiasan transparan membentuk potongan pada bagian leher ke dada bagian kanan sampai ke belakang, aksen yang manis.

Kebaya putih brokat dengan bentuk leher V kombinasi, begitu cantik dan anggun dengan bagian ekor diberi kain transparant panjang berhias bordir pada pinggir kain.

Sekuen berikutnya, busana mini ketat dengan hiasan kepala yang indah, bentuk V pada bagian belakang, memperlihatkan punggung sang model. Gaun mini dengan topi lebar berhias cadar, menebar aroma misterius nan sexy. Busana offwhite dengan rok balerina mengembang, bolero panjang yang bagian belakangnya memiliki ekor panjang, lengan pendek dengan undakan kerut.

Teknik kerut membentuk volume yang bergelombang, penggunaan aksen drapir yang menjuntai indah dan aksesoris veil yang indah. Material bulu juga digunakan sebagai aksen hiasan gaun, selendang panjang menyimpang pada leher dan dibiarkan menjuntai ke belakang. Manik penuh membentuk rompi mini menjadi aksen pemanis yang indah.

Lantunan lagu indah dari Reza menjadi penutup yang indah, Adjie bersama 2 anak angkatnya pun hadir dan mendapatkan tepuk tangan meriah serta beberapa rangkaian bunga dari kerabat juga sahabat.(dwi05)

Eyeshadow Yang Cocok Dipadukan Dengan Kebaya

Eyeshadow

Eyeshadow Yang Cocok Dipadukan Dengan Kebaya

Eyeshadow – Beberapa acara digelar untuk memperingati hari Kartini. Warna eyeshadow mana yang cocok dipadukan dengan kebaya yang akan dikenakan ya? Pilih warna-warna dari alam seperti

Orchid Purple Eyeshadow

Warna bunga lembut nan eksotik, ciri khas Indonesia ini memang mempesona. Pilih eyeshadow dengan bahwan warna satin yang manis saat dipulaskan di pelupuk mata. Buat sebuah garis tipis dengan pensil hitam untuk menegaskan garis mata, terutama Anda yang tak memiliki lipatan.

Shading yang Anda pakai boleh warna-warna yang tak biasa digunakan, seperti kuning, biru, atau berikan undertone pink untuk membuat mata Anda terkesan lebih sempit.

Yellow Eyeshadow

Bagaimana bisa warna-warna ceria kuning ini dipakai? Bisa! Pilih beberapa shading warna orange, lime green atau citrus sebagai pengganti shimmering atau undertone pada mata.

Tambahkan sedikit sapuan warna nude pink atau creamy blush on agar kesannya lebih natural.

Terra-Cotta Eyeshadow

Jangan khawatir apabila Anda masih ragu mencoba warna-warna ceria di atas. Karena Anda bisa memilih warna terra-cotta yang sangat natural bagi warna kulit Anda.

Awali dengan penggunaan eyeshadow based agar warna ini lebih tahan lama di mata. Percantik dengan maskara dan eyeliner hitam serta sempurnakan dengan bronzer yang sesuai dengan warna kulit.(dwi04)

Kebaya Ball Gown | Modifikasi Kebaya Ball Gown Devina Shanti

Kebaya ball gown

Kebaya Ball Gown | Modifikasi Kebaya Ball Gown Devina Shanti

Kebaya Ball Gown – Hal itu pula yang dilihat saat peragaan sejumlah karya Devina di Bidakara Wedding Expo di hotel Bidakara Jakarta, belum lama ini.

“Saya mengikuti perkembangan jaman, banyak trend busana kebaya yang dimodifikasi dengan model ballgown. Jadi, kami siapkan modifikasi kebaya ball gown tersebut, dan ternyata banyak peminatnya.

Trend kebaya model ball Gown masih eksis, tapi tetap ada pakem-pakem yang mendukung, seperti terdiri dari 3 pieces, ada long torsonya, dan ball Gown disisipkan di bagian dalam kebaya. Saya nggak modif yang aneh-aneh agar tidak jauh dari pakem-pakem kebaya,” katanya.

Tak heran dalam gelaran sekitar 30 kebaya dan 5 pakaian adat itu, sangat kentara detail manik, payet, swarovski dan sebagainya yang menempel di bahan tille Perancis dan brokat Perancis. Beberapa kebaya tersebut dibawakan anggun oleh para model, salah satunya artis Shireen Sungkar.

Devi ingin agar si pemakai tidak melupakan momen bahagia yang terjadi, sehingga pagelaran karyanya kali ini menyuplik tema ‘Beautiful Unforgettable’. “Saya merancang busana yang tidak terlupakan, sehingga tema malam ini ‘Beautiful Unforgettable’.

Kenapa memilih tema ini, karena saya ingin si calon pengantin mengingat momen ini seumur hidup. Dengan mengenakan pakaian rancangan saya, pasangan pengantin akan selalu terkenang masa-masa pernikahannya,” urainya.

Ide karyanya itu datang dengan tiba-tiba, dan hanya butuh waktu 1,5 bulan saja untuk menyiapkan pagelaran besar ala Devina Shanti.(dwi03)

Eksplorasi Eklektik Psychedelic Slang

Menampilkan Deden Siswanto, Eny Ming, Ghea S. Panggabean dan Defrico Audy, keempat desainer yang berbagi panggung ini merangkum koleksi apiknya dalam fashion show bertajuk Psychedelic Slang.

Mengawinkan folklore, urban dan multi era merupakan ciri dari Deden Siswanto, busana karyanya tampil kontemporer dengan sentuhan vintage dengan konsep gaya tumpuk yang chic dan padu padan. Di IFW 2012, Deden menampilkan tema Debutante Delight. Koleksi ini terinspirasi dari pertemuan dua budaya yaitu busana kerajaan Jawa dan busana Eropa di jaman kolonial.

Material katun, corduroy, kanvas, linen dan voile diolah dengan cerdas ke dalam deretan busana yang menarik. Teknik hand print, digital print dan bordir tangan ikut melengkapi keseluruhan desain. Sepatu didukung oleh koleksi Yongky Komaladi.

Melalui labelnya MING, Eny Ming memamerkan desain yang bold, edgy dan tidak banyak detail. Tema Re-Construction adalah tema yang diangkat Eny Ming di IFW 2012. Potongan di koleksi ini menyimbolkan puzzle kehidupan. Potongan bahan disusun sedemikian rupa dengan susunan yang artistik pada siluet yang ‘rileks’.

Dalam patchwork, material wool dan katun berpadu harmoni dengan jersey dan sheer. Aura androgini tertangkap karena berbagai elemen maskulin yang dibungkus dengan aura feminitas,

Ghea S.Panggabean yang memiliki ciri khas desain bergaya hippies dengan potongan longgar ini kini hadir mengemas gaya Cina Peranakan. Dalam tema ‘Orientalism’, desainer yang telah lama malang melintang di dunia fashion Indonesia ini memasukkan unsur budaya China yang telah banyak mempengaruhi budaya Indonesia.

Mulai dari keramik China peranakan, bordiran, sulaman Padang hingga kebaya encim dengan bordir naga atau kupu-kupu. Ghea kembali memamerkan kekuatannya mengolah motif print dengan mengaplikasikan print tangan pada bahan tulle, organza, velvet yang kemudian dibordir dan diberi manik-manik. Desainer yang telah memiliki 6 buah label termasuk label anak-anak dan Pria ini menjadi salah satu desainer yang paling ditunggu di IFW 2012.

Nama Defrico Audy mengingatkan kita pada desain yang kaya budaya dengan siluet yang berani. Setelah sebelumnya sukses mengolah kekayaan budaya Kutai Kartanegara, kini Audy beralih ke Sumatera Selatan. Lewat koleksi bertajuk Wong Kito Cino, Audy mengolah kebudayaan dan adat istiadat bangsawan Sumatera Selatan pada jaman Kerajaan Sriwijaya. Pada jaman itu, pengaruh etnis China tampil sangat kental.

Dengan material utama songket, tulle, french lace, thai silk, satin duchess dan chiffon silk, Audy memamerkan busana yang memikat. Berbagai pieces yang dapat dipadu padan dapat ditemukan di koleksinya seperti jaket, bolero, vest, cardigan, skinny pants, pencil skirt hingga tube dress.(dwi02)

Ethnic dan Contemporer, Parade Show Desainer APPMI

Acara yang berlangsung di Assemble Hall Jakarta Convention Center, mengawali rentetan acara yang akan berlangsung pada hari penutupan event akbar ini. Enam belas desainer yaitu Agnes Budhisurya, Wignyo Rahadi, Aarti Pieces of Art, Lia Mustafa, Melia Wijaya, Estrelita Maya Zefanya, Afif Syakur, Handy Hartono, Pinky Hendarto, Oky Wong, Borneo by APPMI Kalimantan Barat, Tedjo Laksono, Dana Rahardja, Poppy Dharsono, Fomalhaut Zamel dan Gregorius Vici menampilkan beragam busana etnik kontemporer.

Show dibuka oleh koleksi Agnes Budhisurya dalam tema Panen. Masih dengan ciri khas Agnes, keindahan kain dalam guratan kuas yang diwujudkan dalam lukisan di atas kain. Kemudian disusul oleh Wignyo Rahadi,Swarnadwipa mengemas keindahan dan kekayaan budaya nusantara yang salah satunya adalah tenun. Detail motif yang unik dari seluruh nusantara menjadi inspirasi dalam koleksi ready-to-wearmodern dengan teknik khas dari Tenun Gaya yaitu teknik Sulam Benang Putus, Salur Bintik, Full Bintik dan motif dari tenun Sikka, NTT dan Papua.

Dalam tema A Touch of The Archipelago, Ariani Pradjasaputra menghadirkan perpaduan busana dipadu dengan koleksi perhiasan nan etnik yang menghadirkan imajinasi dewi – dewi dengan volume – volume besar, seperti kalung yang panjang bak menyelimuti tubuh. Koleksi Lia Mustafa dalam tema LUMIERE 2 By Lia Mustafa yang memadu kain tradisional dengan teknik sulam dan beberapa aksen hias. Sementara koleksi Melia Wijaya dengan tema Jatayumenghadirkan teknik potongan kain yang disusun rapi, memadukan motif dan warna. Koleksi Estrelita Maya Zefanya terinspirasi oleh siluet kebaya dan lilitan kemben, dikawinkan dengan etnik Spanyol (tarian Flamenco) dengan detail zipper, sesuai dengan tema yang dipilih yaitu “Zip Rosa”.

Mengambil tema Simply Versatile, Afif Syakur menghadirkan koleksi dengan konsep casual yang juga dapat digunakan untuk kesempatan khusus (cocktail/evening). Desain cutting, motif, dan warnanya casual, namun cukup glamour untuk pesta. Aroma pesona negeri Cina menonjol dari koleksi Handy Hartono, dalam temaDragon Year, dalam bahan – bahan batik berwarna merah, satu hal yang mendominasi adalah motif Naga dalam bermacam warna dan teknik. Pinky Hendarto hadir dalam Heaven of the Sea, yang mengajak kita menyelami keindahan alam bawah laut Indonesia, seperti Taman Laut Bunaken, Karimunjawa dengan warna-warni flora dan faunanya yang fantastis.

Para model saling berbincang, tertawa dan saling menyapa, koleksi Oki Wong dalam tema Miss Dmenghadirkan koleksi yang sangat bergaya muda dan energik yg diilhami dari kehidupan dunia anak-anak. BORNEO by APPMI Kalimantan Barat hadir dengan tema Ethnic Contemporer, menciptakan koleksi dalam keindahan kain – kain khas Kalimantan Barat yang kaya akan kain-kain tradisional, salah satunya adalah tenun dari Putusibau, Kalimantan Barat. Kain Tenun ini dipadukan dengan bahan tafeta berwarna cerah, pemakaian uring digunakan bahan bermotif , terinspirasi dari baju tradisional suku Dayak.

Aksesories memakai manik-manik yang juga merupakan kerajinan khas suku Dayak, Kalimantan Barat. Koleksi Tedjo Laksono hadir selanjutnya dalam tema Batik in Harmoni yang mengangkat motif batik dari Wonosobo. Sweet Seductiondihadirkan oleh Dana Rahardja, menggambarkan sebuah garden party, dihias dengan bunga-bunga berwarna pastel, gadis-gadis muda berdandan dengan sedikit sentuhan gaya tahun 60an, yang bercanda-canda danflirting.

Poppy Dharsono menghadirkan koleksi wastra nusantara yang digubah menjadi taste Eropa dalam jas – jas panjang, dress, dan bolero yang mewah. Dilanjutkan oleh Fomalhaut Zamel dalam temaComplicatedmenggambarkan keadaan kehidupan sekarang ini yang menjadi tumpang tindih, morat marit dan suasana yang panas membuat emosi menjadi meluap-luap dan tidak stabil. Semua keadaan ini dapat dilihat dari desain koleksi ini yang asimetris, unfinished dan bervolume.

Koleksi Gregorius Vici dalam Eclectic Geometric menutup parade show para desainer anggota APPMI ini. Koleksinya menggambarkan kekuatan garis geometris dengan cita rasa tradisional yang kental, untuk mewujudkan secara sempurna, digunakan etnik, katun polos, chiffon sutra print, chiffon sutra polos untuk mendukung desain dengan tampilan modern dan sebagai hasil akhirnya tak lain adalah busana ready-to-weardan street wear.(dwi01)

Trend Kebaya Modern Menjadi Dan Model Baju Trend 2012

trend kebaya modern

Trend Kebaya Modern Menjadi Dan Model Baju Trend 2012

Trend Kebaya Modern – Kebaya Indonesia 2012 busana dan model baju asli dari bumi pertiwi menambah khasanah trend fashion modern masa kini. Kebaya modern digunakan untuk berbagai seremonial resmi hingga ke event-event tertentu.

Kebaya modern banyak dihasilkan oleh desiner ternama dan berbakat di Indonesia seperti misalnya Kebaya Anne Avantie, dan masih banyak lagi yang lain. Kebaya juga merupakan busana favorit sepanjang waktu untuk kebutuhan pengantin dan resepsi pernikahan.

Padu padan dengan baju muslim menghasilkan kebaya muslim yang belakangan sangat digemari sebagai model baju terbaru di Indonesia. Untuk seremonial lain seperti Kebaya wisuda dirancang dari berbagai inspirasi dan kreasi ide paling mutakhir.

Contoh saja misalnya dengan adanya acara favorit OVJ (Opera Van Java) yang secara rutin menyambangi pemirsa televisi, dimana salah satu yang sering digunakan adalah kebaya, maka tercipta suatu trend kebaya, dimana orang ingin mempunyai atau mencoba desain Kebaya OVJ yang sering dipakai oleh para pemain atau sinden di opera van Java.

Trend kebaya modern 2012 semakin kaya dengan hasil kreasi segar yang mampu menarik pecinta Kebaya Indonesia.(dwi60)

Model Kebaya Encim Terlahir dari Akulturasi Budaya

Model kebaya encim

Model Kebaya Encim Terlahir dari Akulturasi Budaya

Model kebaya encim – Kebudaya Cina mungkin menjadi salah satu budaya paling tertua di dunia. Sejak abad kedua Masehi. Bahkan, bisa jadi budaya Cina memiliki wilayah penyebaran yang sangat luas. Penyebaran budaya Cina yang dilakukan oleh pedagang melahirkan akulturasi budaya di daerah-daerah yang disinggahinya, termasuk Indonesia salah satunya adalah model kebaya encim.

Apalagi, banyak pedang Cina yang memilih menetap di daerah pelabuhan karena adanya pergantian musim monsoon yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan pelayaran. Belasan abad, aktivitas perdagangan ini membawa peningkatan gelombang imigrasi bangsa Tionghoa ke tanah air. Hingga muncul kebudayaan baru. Budaya peranakan Tionghoa pada abad ke-15 Masehi.

“Budaya peranakan bukanlah budaya Tiongkok karena sudah terjadi akulturasi budaya, sehingga kedua budaya ini berbeda. Dan, budaya ini terbentuk di Indonesia sehingga original dari Indonesia,” ujar Ketua Umum Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (ASPERTINA), Andrew Susanto, ditemui pada pagelaran busana ‘Beauty Treasure’.

Tidak hanya di Indonesia, budaya peranakan Tionghoa juga menyebar di tempat lain. Singapura misalnya. Di sana terdapat museum peranakan yang memamerkan benda-benda tekstil yang ternyata juga berasal dari Indonesia.  ”Barang-barang yang dipamerkan itu semuanya dari Indonesia, seperti peninggalan sejarahnya, kebayanya, dan keramiknya. Tapi sayang, di Indonesia sendiri kebudaan ini kurang diperhatikan,” ujar Jeanny Ang, desainer yang mengangkat kebudayaan peranakan pada pagelaran busananya.

Kebudaya peranakan Tionghoa bisa dikatakan sebagai budaya yang cukup kompleks karena merupakan akulturasi budaya Cina dengan Jawa, Belanda, Inggris, Arab, India, Melayu, dan Portugis. Coba saja lihat model kebaya encim atau kebaya nyonya. Kebaya ini banyak dipakai oleh wanita peranakan kala itu.

Nama, nyonya sendiri diberikan karena merupakan panggilan untuk wanita peranakan yang tinggal di daerah koloni Inggris Malaya. Sementara itu, kebaya yang merupakan busana nasional Indonesia, berasal dari Kerajaan Majapahit. ”Tak hanya itu, di Indonesia kebaya encim lebih banyak berwarna putih, padahal di Cina warna putih itu melambangkan duka.

Tapi, karena ada pencampuran budaya Eropa, model kebaya encim pun lazim berwarna putih,” ujar Andrew. Sayangnya, kebudayaan peranakan Tionghoa di Indonesia semakin menghilang. Bisa dikatakan perkembangannya justru terlambat dibandingkan perkembangan kebudayaan peranakan di negara lain.(dwi59)

Kebaya Glamor Etnik Persembahan Ayok Dwipancara

Kebaya glamor etnik

Kebaya Glamor Etnik Persembahan Ayok Dwipancara

Kebaya Glamor Etnik – Memancarkan kebaya yang universal, Ayok Dwipancara memadukan padankan sisi etnik, modern, dan glamor dalam rancangannya. Sebanyak 13 koleksi kebaya dipamerkan Ayok dalam show yang membuka perhelatan Bidakara Wedding Expo ke-6 yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta. Dari 13 koleksi kebaya tersebut, terdapat unsur-unsur yang menunjukan kebaya glamor etnik.

Dalam fashion show yang mengangkat tema “Jagat Keputren”, desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Surabaya ini memamerkan berbagai kebaya yang kaya akan detail dengan taburan payet di sekujur busananya.

Keberadaan detail tersebut mengesankan citra mewah sekaligus modern dalam busana yang dibawakannya. Meski demikian, keberadaan kebaya sebagai busana tradisional tetap dikedepankan Ayok. Karenanya, nilai tersebut tetap dipertahankan dengan padu padan konsep dalam rancangannya tersebut.

“Saya memadukan unsur Jawa dan Bali. Hal itu terlihat dengan tampilan ukir-ukiran, dan hand printing yang saya pakai dalam rancangan saya. Semuanya menyesuaikan dengan tema yang saya angkat, yakni Jagat Keputren di mana tema ini mencitrakan putri-putri raja yang tampil kuat dengan keetnikannya.

Namun untuk menyesuaikan dengan zaman, maka saya pun memasukkan unsur modern dan glamor seperti terlihat pada pemakaian ruffle dan model obi di beberapa koleksi yang saya pamerkan, dari situ jadilah beberapa kebaya glamor etnik” paparnya.

Bagi Ayok, kebaya bersifat universal. Dengan konsep tersebut, dirinya pun leluasa memodifikasi kebaya sehingga bisa diterima khalayak luas. Tak heran jika kebaya pengantin yang dipamerkannya berbentuk ball gown layaknya gaun pengantin internasional.(dwi58)

Model Kebaya Bali

Model Kebaya Bali

Model Kebaya Bali

Model Kebaya Bali – Tiap kebaya daerah yang ada di Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing, namun karena pengaruh modernisasi yang terjadi, kebaya ditiap daerah pun semakin bervariasi. Dengan tidak meninggalkan ciri khasnya, kebaya modern saat ini semakin menarik dan diminati.

Ciri khas kebaya Bali yang memakai obi yang pernah kami bahas di artikel sebelumnya juga telah mengalami perkembangan. Kebaya Bali yang trend saat ini mempunyai ciri khas yaitu kebaya bordir yang berbahan katun dengan bordir benang bercorak bunga, daun, burung dan kupu-kupu.

Sedangkan dari segi warna pada umumnya adalah putih, namun warna lain seperti warna kuning, pink, hijau, coklat, merah juga dii minati. Saat ini, para remaja menjadikan kebaya Bali sebagai pakaian modern dengan sedikit memodifikasi modelnya.

Sebelumnya, Kebaya ini memang biasanya digunakan saat sembahyang ke Pura oleh orang Bali yang umumnya beragama Hindu. Namun dengan adanya model kebaya Bali modern, banyak pula yang mengenakan kebaya untuk pergi ke pesta ataupun menghadiri acara-acara resmi(dwi57)

Kagum Dengan Kebaya Indonesia Saat Di MAPW

Kebaya IndonesiaKagum Dengan Kebaya Indonesia Saat Di MAPW

Kebaya Indonesia – Miss Asia Pacific World (MAPW) 2012 memasuki hari kedua karantina. Di ajang ini, wakil Indonesia yaitu Puteri Indonesia Pariwisata 2011, Andi Natassa, yang ikut ambil bagian mendapat pujian dari para kontestan lainnya. Apa sebabnya?

Dalam kegiatan presentasi National Costume yang diadakan di Ara Waterway, Korea Selatan, Natassa memamerkan baju kebaya karya Intan Avantie. Kebaya yang didominasi warna cokelat ini menarik perhatian seluruh kontestan MAPW 2012.

Pujian pun mengalir kepada Natassa yang terlihat anggun dan cantik mengenakan baju kebaya tersebut. “Teman-teman bilang, baju kebaya yang saya kenakan sangat cantik. Mereka juga ingin memakainya,” ujar wanita yang fasih berbahasa Jerman ini.

Tak hanya membuat kagum seluruh kontestan, baju kebaya yang dikenakan Natassa juga mendapat sanjungan dari perwakilan Korea Selatan. “Dia bilang baju kebaya saya bagus,” tuturnya. Hal ini membuat kebaya Indonesia semakin dipandang oleh dunia

Natassa masih akan menjalani karantina hingga malam grand final MAPW 2012 yang akan digelar pada 16 Juni 2012 di Convention Diamant, Seoul. Dalam kesempatan itu Natassa juga akan mempromosikan Kebaya Indonesia ke Dunia.(dwi56)

Suasana Kebaya Pengantin Ungu Ayu Dewi

Kebaya Pengantin Ungu

Kebaya Pengantin Ungu Ayu Dewi

Kebaya Pengantin Ungu – Warna Ungu kembali menjadi warna utama di acara akad nikah presenter Ayu Dewi. Meskipun ungu sering kali digunakan menjadi tema utama dalam acara pernikahan, namun ungu tidak pernah bosan untuk kembali ditampilkan menjadi tema warna utama.

pasangan pengantin ungu yang menawan. Untuk anda yang kebetulan sedang memilih warna ungu untuk tema acara anda yang menggunakan kebaya. Warna ungu juga banyak ragamnya, namun Ayu memilih ungu muda untuk kebaya pengantinnya. Warna-warna soft memang sedang nge-trend saat ini baik untuk kebaya maupun dress lainnya.

Kebaya pengantin ungu yang dikenakan Ayu memang agak rumit membuatnya, karena sebagian besar menggunakan teknik tempelan brokat. Namun anda bisa juga mengambil sebagian dari model ini, misalnya bentuk kerahnya, cantik juga untuk ditiru.

Bagian bahu yang kosong bisa juga anda tiru untuk kebaya anda, mintalah pada penjahit anda untuk menggunakan tile kosong di bagian bahu, warna kulit bisa digunakan untuk bagian kosong tadi. Kebaya ini bentuknya panjang hingga menyapu lantai, serta ada tambahan ekor di bagian pinggulnya.

Jika tidak digunakan untuk acara pernikahan, maka bagian bawahnya tidak perlu panjang, kemudian bagian ekor juga bisa dihilangkan. Rok batik tetap menjadi favorit sebagai pasangan kebaya. Ayu menggunakan batik klasik untuk bawahannya, tapi anda juga bisa menggunakan batik printing yang berwarna ungu untuk bagian rok.(dwi55)

Model Gaun Kebaya Putih Untuk Pernikahan

Model gaun kebaya

Model Gaun Kebaya Putih Untuk Pernikahan

Model gaun kebaya – Model gaun kebaya putih modern dari bahan brokat yang bisa digunakan untuk pernikahan atau pemberkatan. Gaun pernikahan dari bahan brokat dengan model dan bentuk yang lain, bukan model kebaya biasa yang sudah banyak dibuat orang. berikut ada repesensi yang bisa kalian ikuti.

Gaun ala Grace Kelly,

Sepertinya model ini masih bisa digunakan untuk masa sekarang. Gaun ini bisa dibuat dengan bahan brokat sebanyak 2 meter saja, tapi bila ingin membuat bagian belakang bawah dari bahan yang sama, anda perlu menambah 2 meter lagi atau menjadi 4 meter. Bagian pinggang bisa ditiru dengan menggunakan bahan silk warna putih.

Untuk brokatnya bisa menggunakan warna putih atau silver, tapi inner dipadu dgn  pinggang dan rok tetap harus menggunakan warna putih. Yang istimewa dari gaun Grace ini adalah bagian dada yang dihiasi dengan kancing bungkus berbaris, dan bagian lipit dipinggang.

Gaun ala Kate Middleton

Gaun ini pun tidak terlalu sulit untuk ditiru. Kecuali bagian bawah atau rok perlu dimodifikasi sesuai dengan selera anda, atau bisa juga sesuai budget. Bahan brokat bisa digunakan hingga bagian pinggang saja, kebawahnya bahan silk warna putih, lebih baik jika menggunakan bahan brokat untuk belakang dan sisi-sisi kiri kanan. Namun rok putih menjadi keharusan.(dwi54)

Kebaya Modern Bewarna Hijau Aurel Hermansyah

Kebaya Modern

Kebaya Modern Bewarna Hijau Aurel Hermansyah

Kebaya Modern – Perancang kebaya Aurel ini karena sudah memberikan desain kebaya modern yang sangat cantik dan menarik. Dan untuk anda yang sedang mencari model terbaru untuk kebaya modern, model ini sangat layak untuk ditiru. Untuk anda yang berniat meniru model kebaya modern ini, tidak selalu harus menggunakan warna hijau seperti Aurel.

Warna lain seperti gold, maroon, silver, brown pasti cantik bila sudah dibentuk kebaya modern seperti ini. Bahan batik untuk rok Aurel sangat serasi dengan kebaya brokatnya. Kebaya sangat serasi bila bersanding dengan batik. Warna batik sebaiknya disesuaikan dengan warna kebaya brokatnya.

Sekarang ini banyak sekali tersedia bahan batik dengan harga beragam bahkan murah. Tentu anda dapat memilih dengan mudah batik yang sesuai dengan bahan kebaya brokat anda. Untuk membuat kebaya Aurel ini, diperlukan teknik menyusun bordir brokat yang baik. Namun tidak terlalu sulit untuk penjahit kebaya yang berpengalaman.

Diperlukan bahan tile kosong untuk membentuk lengan dan dada, bahan brokat ditempel pada bahan tile kosong tersebut sehingga membetuk model bordir yang tersusun seperti itu. Namun demikian bahan brokat bisa saja dibentuk langsung seperti model tersebut tanpa menambahkan tile kosong lagi.

Model baju kebaya sama dengan Aurel namun tidak berbentuk bordir yang tersusun seperti itu. Perlu menjadi perhatian bagi anda dengan model lengan yang kosong seperti Aurel, bila lengan anda agak gemuk atau terlihat ada tumpukan lemak, maka lengan kosong seperti itu akan membuka kekurangan anda.

Sarankan untuk lengan tidak dibuat kosong seperti itu, sebaiknya kekurangan tubuh anda agak ditutupi, kecuali bila lengan anda berotot atau kurus. Bagaimanapun akan anda perbedaan antara kebaya yang dibuat oleh perancang dengan kebaya tiruan yang dibuat oleh penjahit, dari ongkos jahitnya juga sudah berbeda bukan? Paling tidak mirip atau meniru kebaya modern Aurel akan membuat anda tampil cantik dan menawan.

Kebaya modern ini juga bisa digunakan oleh mereka yang berjilbab. Lengan dibuat panjang dan bagian leher dibuat tinggi. Untuk anda yang berjilbab, kain satin untuk inner kebaya harus dibuat menutupi seluruh tubuh.(dwi53)