Yohannes Rilis Gaun Pengantin dari Bola Ping Pong

Yohannes  E Yunarko kembali membuat sensasi pada kreasinya. Usai memenangkan penghargaan MURI beberapa kali melalui label Yohannes Bridal untuk 18 busana pengantin spektakuler rancangannya, kini dirinya kembali menciptakan gaun pengantin sensasional.

Gaun yang mengambil material 1.000 bola ping pong tersebut bakal dipamerkan di pameran pernak-pernik kebutuhan pernikahan Grand Wedding Expo 2012 di Jakarta Convention Center, Jumat (27/1/2012).

Di hari pertama tersebut, Yohannes bakal memamerkan satu busana pengantin spektakuler yang diolah menggunakan bola ping pong. Hal ini dilakukan dirinya yang sempat vakum dua tahun dari rancangan busana pengantin spektakuler.

Berkat dukungan dari teman-teman di Facebook untuk membuat pembukaan Grand Wedding Expo 2012 terasa lebih “gereget”, Yohannes pun tergugah menciptakan kembali busana pengantin sensasional.

“Sebenarnya sensasi saja. Wujud kreativitas seni. Saya pilih ornamen dari material yang tidak terpikirkan orang lain menjadi sesuatu yang indah,” jelas Yohannes pada konferensi pers Grand Wedding Expo 2012 di Candi Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Ia mengakui bahwa menelurkan busana pengantin spektakuler tidak akan menghasilkan keuntungan, melainkan membantu membuat gaung Yohannes Bridal kembali kencang sebagai bridal yang kreatif dalam mewujudkan keinginan pengantin. “Tidak bisa dipakai, karena materialnya cenderung ringkih ya,” tutup pria berkacamata ini. (dwi54)

 

Toilet Paper Wedding Dress Contest

Setiap pasangan pasti akan memimpikan pesta pernikahan yang indah. Kebanyak yang menghamburkan biaya mahal hanya untuk balutan busana mewah. tapi ada juga yang justru tertantang menciptakan busana cantik tanpa mahal atau lebih murah. Seperti yang terlihat pada kontes ‘Toilet Paper Wedding Dress Contest’. Sesuai dengan namanya, pergelaran ini menantang kreativitas pesertanya untuk menciptakan gaun pengantin berbahan dasar tisu toilet. Bahan yang sangat mudah didapat dan murah.

Kontes tahunan ini rekaan situs persiapan pernikahan ‘Cheap Chic Weddings’ itu sudah terlaksana tujuh kali sejak 2005. “Kontestan harus menyelesaikan kreasinya dalam waktu enam bulan dan memberikan fotonya kepada juri,” ujar Susan Bain, penggagas ‘Cheap Chic Weddings’, seperti dikutip laman Aol News. Syarat paling utama pada kontes ini adalah gaun bisa dikenakan di tubuh manusia.

“Kami ingin melihat gaun pengantin tersebut dipakai oleh model, khususnya ketika sudah masuk putaran final. Aksesoris kepala yang juga terbuat dari tisu adalah nilai tambah,” ujar Susan Bein yang dibantu oleh ibu dan adiknya dalam penjurian. Meski tidak membatasi penggunaan tisu, juri hanya memperbolehkan peserta memakai lem, tali pengikat, jarum dan benang untuk menyatukan tisu.

“Ada kontestan yang hanya menggunakan empat gulungan tisu, ada pula yang menggunakan 40 gulungan tisu. Hal ini sangat tergantung pada desain dan ketebalan gaun,” ujarnya. Selain kreativitas, juri akan menilai keindahan pada gaun, total penggunaan tisu toilet, originalitas, dan strategi pembuatan. Pemenang pertama akan mendapatkan US$ 1.000 atau sekitar Rp 9 juta, pemenang kedua US$500, dan pemenang ketiga US$250.

Galit Zeierman, desainer grafis asal Israel, muncul sebagai pemenang tahun lalu. Ia menciptakan gaun pengantin seksi berpotongan pendek dengan aksen tali pada salah satu bahu. Ia mengaku butuh waktu sebulan untuk menyelesaikannya. Bagi Zeierman, hal yang paling menantang adalah menemukan cara menguatkan tisu agar tak robek saat dikenakan. Ia hanya mengandalkan banyak lem untuk mengeraskan tisu.

Susan Bein mengatakan bahwa gaun tisu toilet karya peserta tak kalah cantik dibandingkan busana pengantin karya desainer ternama. Selama enam tahun menjadi juri, ada satu yang menurutnya sangat original yaitu gaun berdetail cetakan bunga yang terbuat dari tisu basah yang dipadatkan. Seperti rancangan Hanah Kim, pemenang kontes tahun 2007, yang benar-benar dipakai seorang pengantin. “Gaun tersebut hanya menghabiskan US$20, jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli gaun mahal yang hanya dipakai sekali dalam beberapa jam,” ujar Susan. (dwi35)