Simpel, Pakem Kebaya Ibu Tien

konsultasi jahit kebaya


Kebaya sudah menjadi salah satu bagian bergaya para wanita Indonesia. Di masa lalu, kebaya menjadi pakaian sehari-hari. Baju ini sempat menempati posisi istimewa, yang hanya dikenakan untuk acara-acara bersifat formal dan penting.

Makin berkembang, kebaya juga dibuat dalam bentuk beraneka ragam dan dikenakan sesukanya sesuai kebutuhan. Padahal, ada pakem yang harus dipenuhi untuk memakai kebaya.

Mendiang ibu Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto dinilai sebagai ikon pakem kebaya. Dengan upaya memperkenalkan pakem berkebaya yang benar, desainer Andre Frankie memprakarsai fashion show bertema “Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi” yang akan dihelat di Sasono Langen Utomo.

Upaya mengenalkan pakem kebaya yang benar dilakukan untuk memeringati HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan didukung oleh keluarga,” kata Poppy Haryono Isman saat Technical Meeting Pesona Untaian Melati Ibu Pertiwi.

Sebagai ibu negara, ibu Tien selalu mempertahankan pakaian dengan berkebaya. Ibu Tien tak hanya mamakai kebaya dalam seremoni tertentu, tapi juga dalam kegiatan sehari-hari. Untuk menunjang hal itu, wanita yang murah senyum itu memercayakan penampilannya berkebaya kepada Bress Soehardjo.

Ibarat seorang fashion stylish bagi ibu negara, Bress muda senang mendadani ibu Tien dengan kebaya yang akan dikenakannya dalam berbagai kesempatan. Hingga akhirnya ibu Tien meninggal, Bress mendapat banyak peninggalan kain-kain kebaya dari ibu negara RI hingga 30 tahun itu. Dalam pergelaran ini, beberapa koleksi kebaya ibu Tien yang dimiliki Bress akan dijahit oleh desainer Andre Frankie untuk dipamerkan.

“Kain-kain kebaya yang ditampilkan sebagian besar merupakan koleksi dari ibu Bress Soehardjo,” tutur Poppy. Adapun pakem kebaya ibu Tien, dipaparkan Poppy, merupakan cara berpakaian nasional yang simpel. Tanpa dilengkapi banyak aksesori.

“Kita harus bisa mengikuti sekecil-kecilnya yang dilakukan ibu Tien. Sanggul harus sanggul Jawa yang biasa dipakai ibu Tien. Di setiap sanggul pakai melati dan tusuk konde Jawa. Untuk berkebaya selop yang digunakan hanya boleh ukuran 5-7 cm. Jarik tidak dibuat seperti sarung, di mana jarik harus pakai wiron (lipatan). Ini adalah pakem sebenarnya memakai kebaya,” imbuh wanita yang senang berkebaya ini.

Tak hanya itu saja, saat memakai kebaya ala ibu Tien, aksesori yang digunakan pun tidak boleh berlebihan. Malah, sebaiknya menggunakan perhiasan yang simpel. “Ibu Tien tidak pakai anting, tapi suweng (seperti giwang), memakai bros di tengah atau pinggir kebaya, dan tidak memakai kalung,” jelas Poppy.

Dalam balutan kebaya ibu Tien, 15 sosialita Tanah Air yang terdiri dari Titiek Soeharto, Nur Asia Uno, Anita Chairul Tandjung, Nurul Aris, Etty Jody, Kartini Basuki, Darniasih Sentoso Doellah, Titi Triwidodo, Miana Sudwikatmono, Joyce Hudiyonoto, Ade Krisnaraga Syarfuan, Rosati Kadarisman, Yani Soehardjo, Putri Kusuma Wardhani, dan Andang Gunawan akan berlenggok di atas catwalk.

“Konsep fashion show ini musikal. Nanti setiap model muncul, ada slight ibu Tien saat memakai kebaya berbeda-beda dalam setiap kesempatan,” papar Denny Malik selaku koreografer. (dwi59)


Incoming search terms:

model rambut wisuda modern (14),sanggul simple (12),sanggul modern utk ibu ibu (1),Sanggul moderen ibu ibu (1),pakem kebaya tradisional (1)

Leave a reply

Untuk Konsultasi Harga & Model Silakan Hubungi Kami >>>>>>>>>>>>>>>>