Pedagang Batik Harus Bersikap Jujur

Bagi Anda yang pecinta batik sebaiknya Anda harus berhati-hati dengan istilah batik. Sebablnya tidak semua kain bermotif batik bisa dinamakan dengan batik.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa kini  kain batik Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak lama  adalah yang berupa batik tulis, batik cap atau kombinasi antara keduanya.

Namun, dirinya mengingatkan bahwa selain itu, hanya disebutkan sebagai tekstil bercorak batik.

“Yang namanya batik itu adalah batik tulis, cap, dan kombinasi keduanya, sementara yang lain hanyalah tekstil bercorak batik saja,” ungkapnya saat peluncuran platform komunikasi online Indonesia Kreatif, di JCC, Senayan, Jakarta.

Untuk itu, dirinya meminta khususnya kepada seluruh para pedagang untuk bersikap jujur kepada konsumen terkait dengan kain yang dijualnya apakah batik sesungguhnya atau kah hanya kain bercorak batik semata-mata.

Hal ini tidak lain adalah untuk mengedukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia serta agar tidak mengecewakan kepada seluruh  para pecinta batik. “Untuk itu saya mengimbau, pedagang harus jujur, bilang ini bukan batik, tapi kain bercorak batik,” jelasnya.

Sebagaimana telah diketahui bahwa setiap tanggal 2 Oktober telah ditetapkan sebagai hari batik nasional karena UNESCO akhirnya menerima batik sebagai warisan budaya asli Indonesia. (ivn42)

One thought on “Pedagang Batik Harus Bersikap Jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *