Kebaya Sesuai Bentuk Tubuh dan Warna Bahan

Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan warna pada kebaya. Salah satunya adalah waktu. Terutama untuk kebaya pengantin, masalah waktu ini sangat berpengaruh. Bila pesta yang diadakan pagi atau siang, sebaiknya anda menggunakan warna-warna soft seperti off white atau broken white, kuning gading, beige, warna-warna pastel, atau dusty.

Sementara untuk pesta malam hari anda bisa menggunakan warna-warna yang lebih terang seperti ungu, merah atau merah marun. Apabila Anda mengenakan warna merah menyala pada pesta siang hari, dengan payet-payet memenuhi kebaya. Bayangkan betapa kehadiran Anda mampu membuat para tamu yang hadir memicingkan mata. Anda akan terlihat terlalu menyolok.

Sementara bila menggunakan kebaya dusty pink untuk pesta malam hari, maka Anda akan tenggelam, tidak terlihat diantara gemerlapnya lampu. Mungkin Anda sempat berfikir untuk menggunakan swarovsky agar terlihat lebih menyolok. Anda memang akan terlihat lebih terang, berkilauan, tapi tetap saja warna kebaya Anda tidak terlihat, hanya kilau swarovskynya saja yang terlihat.

Tema acara juga menentukan pemilihan warna. Untuk akad nikah atau pemberkatan, umumnya orang Indonesia memilih warna putih karena melambangkan kesucian. Meski demikian, dengan putih sebagai patokan, sebenarnya Anda masih bisa memilih silver, baby pink, bahkan abu-abu yang sangat muda.

Faktor penting lain yang mempengaruhi pemilihan warna adalah warna kulit. Anda yang memiliki kulit lebih terang tentu saja lebih beruntung karena memiliki pilihan yang lebih beragam. Dibandingkan mereka yang berkulit gelap atau kecoklatan, yang mana merupakan warna kulit kebanyakan wanita Indonesia. Meskipun kalau menurut Marga Alam, salah satu perancang kebaya, “Untuk mereka yang berkulit sangat gelap, sebenarnya belum tentu tidak pantas memakai warna menyolok, terkadang kulit gelap justru terlihat cantik bila memakai warna yang lebih bright.”

Namun kebanyakan wanita berkulit coklat, memang cenderung memilih warna aman, seperti warna kulit, warna-warna pastel, merah muda, peach. Warna-warna dusty seperti dusty pink juga kerap menjadi pilihan, seperti dikatakan Riny Suwardy yang juga perancang kebaya, “Warna dusty bisa menjadi pilihan untuk mereka yang berkulit gelap, karena cenderung memberi kesan bersih. Atau warna abu-abu dengan campuran payet akan terlihat lebih terang di kulit yang gelap.”

Hingga saat ini, kebaya dengan warna keemasan masih menjadi favorit, baik itu murni keemasan atau dipadukan dengan warna-warna lain. Mengapa? Selain pantas dikenakan oleh setiap orang dengan warna kulit apapun, warna emas juga melambangkan sesuatu yang anggun, elegan, aristokrat dan mahal. Kesan yang hendak dihadirkan oleh kebanyakan pengantin wanita. Oleh sebab itu, tak heran bila kebaya dengan nuansa keemasan sering menjadi pilihan.

Bentuk Tubuh : Banyak sekali hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kebaya bila menyangkut bentuk badan. Pemilihan bahan mulai dari jenis dan motif, warna, model kebaya, cutting termasuk bustier. Untuk yang bertubuh langsing biasanya tidak ada masalah, Anda memiliki kebebasan memilih bahan, model, bahkan warna, kecuali Anda tidak percaya diri menggunakan warna-warna tertentu. Masalah timbul pada Anda yang memiliki tubuh besar.

Mulai dari pemilihan bahan pun harus lebih hati-hati, seperti disebutkan diatas, hindari organdi. Selain itu juga hindari bahan polos yang tembus pandang, hanya akan menampakkan kelebihan lemak di tubuh Anda. Pilihlah bahan bermotif, karena dengan begitu, perancang akan mudah menutupi lemak dengan motif tersebut.

Bustier : Bustier memegang peranan penting dalam pembuatan kebaya, terutama pada bagian dada, pinggang, dan panggul pertama. Setiap perancang akan memusatkan perhatiannya pada bustier terlebih dulu untuk mendapatkan siluet yang sempurna, setelah itu kebaya akan mengikuti bustier.

Pada saat pembuatan bustier, koreksi terhadap bentuk badan akan dilakukan. Mereka yang memiliki payudara kecil akan diangkat dan diisi agar terlihat lebih besar. Untuk yang siluet badannya cenderung lurus, bagian dada dibuat lebih besar, bagian pinggang dibuat yang benar-benar pas, sehingga akan terlihat langsing. Tak hanya itu, besar payudara yang tidak sama persis pada setiap wanita pun dikoreksi, bagian mana yang lebih kecil akan diisi sehingga terlihat sama besar.

Akan tetapi, pemakaian bustier umumnya hanya untuk kebaya formal dimana waktu pemakaiannya hanya beberapa jam. Untuk para ibu yang mengenakan kebaya hampir sehari penuh, biasanya tidak bersedia mengenakan bustier karena akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu sering diganti dengan longtorso yang jauh lebih elastis.

Tips:
Tidak semua wanita mempunyai bentuk tubuh proporsional. Bila Anda datang kepada perancang kebaya yang sudah cukup berpengalaman, mereka akan mempelajari dimana kekurangan Anda dan menutupinya dengan berbagai cara sehingga akan terlihat sempurna. Namun, ada baiknya Anda membekali diri dengan sedikit ilmu sebelum memutuskan untuk menjahitkan kebaya. Salah satunya adalah bila Anda merasa memiliki kelebihan lemak di berbagai tempat, pilihlah warna dan model kebaya yang aman.

Jangan sudah gemuk, lalu memilih bahan tile yang polos untuk bagian tangan. Hasilnya lengan Anda yang besar pun akan lebih terlihat. Lace dengan motif konvensional merupakan pilihan bahan paling tepat, karena dapat menyamarkan lemak. Bila merasa risi karena bahan lace biasanya bolong-bolong, gunakan furing dari bahan sifon tipis dengan warna yang senada.(dwi45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *