Emak dan Kebaya Encimnya

konsultasi jahit kebaya


Artikel kali ini menceritakan tentang  sebuah kelompok kecil yang masih mempertahankan kebaya encim sebagai busana sehari-harinya. Mereka adalah kelompok wanita lanjut usia di sebuah perkampungan di kota Tangerang. Mereka adalah wanita peranakan cina yang biasa dipanggil ‘encim’ atau ‘emak jarik’ yang artinya emak berkebaya. Mereka lahir dan besar di Indonesia dan sebagian besar dari mereka menikah  dengan penduduk setempat. Kelompok ini sering disebut juga dengan Tionghoa Peranakan atau Tionghoa Babah. Contohnya adalah Ny. Ang Sim Nio, yang berusia 81 tahun. Dia adalah wanita peranakan cina dari Kampung Tegal Baru, salah satu perkampungan di kota Tangerang. Selama masa kanak-kanaknya, kota Tangerang yang lebih dikenal dengan nama ‘Benteng’. Jika kita ke daerah sana dengan menggunakan bus, maka kenek bus masih meneriaki “Benteng, Benteng’ untuk mencari penumpang mereka. Sekarang, Ny. Ang Sim Nio, yang biasa dipanggil emak, masih mengenakan kebaya encim setiap harinya. Menurut Lim Tion Han, seorang aktivis muda dari Patria Banten, di kota Tangerang sendiri ada 8 wanita lanjut usia yang masih mengenakan kebaya encim sebagai busana sehari-hari. Tapi di daerah Jawa Tengah, jumlah mereka hampir 1000 orang.

Emak dan Kebaya Encimnya

Gambar di atas adalah kebaya encim sederhana yang dipakai emak sebagai busana sehari-hari. Di dalam gambar terlihat jelas emak mengenakan kebaya dan kain batik oriental. Model busana yang demikian yang merupakan merupakan lintas budaya asimilasi antara budaya China dengan budaya setempat.

Incoming search terms:

kebaya encim betawi (223),kebaya encim tanah abang (180),kebaya ukuran besar (124),model baju kain songket (105),model kebaya overa van java (104)

Leave a reply

Untuk Konsultasi Harga & Model Silakan Hubungi Kami >>>>>>>>>>>>>>>>