Adjie Notonegoro Siapkan 30 Kebaya Untuk Fashion show di Australia

Perancang busana kenamaan Indonesia, yaitu Adjie Notonegoro, akan menggelar fesyen show bertema Batik, Heritage of Indonesia, di Canberra, Australia.

Untuk “Fesyen show kali ini memang atas undangan Duta Besar Indonesia di Canberra, Bapak T M Hamzah Thayeb,” kata Adjie Notonegoro, di House of Adjie, Jalan Barito, Jakarta. Adjie mengatakan pihaknya akan menampilkan 30 koleksi kebaya dan baju malam yang terbuat dari kain batik. Di antara koleksinya juga terdapat dua buah koleksi bridal.

“Salah yang akan saya bawa ada bridal tradisional. Kebaya bewarna hijau terbuat dari thai silk dengan bordir dari benang emas,” ujar dia. Menurut Adjie, ada beberapa kain batik yang ia bawa untuk fesyen show di Canberra yang merupakan batik-batik tulis karya Iwan Tirta, dan batik-batik lainnya karya Adjie sendiri.

“Ada macam motif yang dibawa seperti Marang, Parung Colour, ada juga motif bunga,” katanya. Menurut dia, ada beberapa koleksi kebaya yang menggunakan bordir dari benang emas 18 karat dan 24 karat yang memerlukan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan bordir di satu kebaya.

Untuk pemasangan payet di batik pun membutuhkan waktu cukup lama, memakan waktu berbulan-bulan karena semua dikerjakan dengan tangan, ujar dia. Pada fesyen show yang akan diadakan di Playhouse Gallery, Canberra Theatre Center, Civic Square tersebut akan ditampilkan 10 model kenamaan, di antaranya Karenina, Naila, Meidy, Dessy, Fahrani, Rini, Lutfi, Vina, Selwi, dan Nadia.

Sama seperti saat Adjie melakukan show di Madrid bulan Oktober 2006, kali ini Adjie juga akan mendapat kehormatan untuk menyerahkan satu set koleksi kebayanya kepada pihak National Gallery.

“Saya belum tahu koleksi mana yang akan diminta oleh National Gallery. Sudah ada lima foto koleksi saya yang dikirim ke sana,” ujar Adjie. Di National Gallery itu sendiri telah ada koleksi busana dari beberapa negara di dunia.(dwi05)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *