16 Desainer Top Unjuk Kebaya Kontemporer & Modern

konsultasi jahit kebaya


Sejumlah 16 perancang top di Tanah Air unjuk kreativitas merancang busana kebaya dalam acara pembukaan Jakarta Fashion Week 2010/2011 yang lalu. Mereka mengubah kebaya tidak lagi berkesan kuno, tetapi lebih kontemporer dan modern.

Para perancang pilihan ini adalah Edward Hutabarat, Ari Seputra, Ghea Panggabean, Adjie Notonegoro, Harry Dharsono, Priyo Oktaviano, Raden Sirait, Suzy Lucon, Ramli, Widi Budimulia, dan koleksi Museum Afif Syakur-Yogyakarta. Selain mereka, ada pula beberapa desainer yang ikut berpartisipasi seperti Anne Avantie, Afif Syakur, Ferry Sunarto, Lenny Agustin, Marga Alam, dan Musa Widyatmodjo. Kali ini mereka diberikan kesempatan menampilkan satu rancangan kebaya yang sesuai dengan judul acara “A Tribute to Kebaya”.

“Koleksi saya kali ini tampil berbeda. Saya memamerkan kebaya kasik kutu baru warna putih yang dilengkapi stagen dan selendang dari kain jumputan. Untuk padanannya, saya pilih batik motif klasik,” ucap Anne Avantie usai pergelaran busana di Pacific Place, Jakarta Selatan.

Anne mengaku pilihan desain busananya tersebut memang bukan inisiatif sendiri, melainkan ditentukan oleh panitia JFW. Namun begitu, desainer asal Kota Semarang ini tetap nyaman sekalipun terbiasa merancang kebaya dengan gaya ekstravaganza, potongan asimetris, dan penuh taburan payet.

Sementara untuk koleksi Musa Widyatmodjo terlihat lebih modern. Mantan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini menampilkan kebaya peranakan yang ringan dan feminin dengan padanan batik modern.

“Kebaya tidak selamanya ditampilkan dalam bentuk klasik saja, tetapi bisa lebih modern dan mengikuti tren masa kini. Karena itu, saya pun selalu menghadirkan sesuatu yang lagi up-to-date dalam dunia fesyen sendiri. Bentuk-bentuk struktural, misalnya,” kata Musa, dengan penuh rasa semangat.

Berbeda dengan koleksi Anne Avantie dan Musa Widyatmodjo, lain lagi dengan desainer yang sedang naik daun Lenny Agustin, ia menghadirkan kebaya yang sangat edgy. Lenny menghadirkan gaya kebaya “nonya” untuk wanita muda masa kini yang dinamis dan enerjik.

“Aku suka bajunya. Modelnya sangat mewakili jiwa anak muda dan berani mengeksplorasi warna. Aku pun tertarik pakai kebaya yang seperti ini,” ujar penyanyi fenomenal Titi DJ.

Dalam kesempatan tersebut, para perancang yang berpartisipasi terlihat hadir dan bergabung dengan para pencinta mode, kecuali Adjie Notonegoro yang saat itu sedang tersandung masalah hukum.

“Saya di sini mewakili Mas Adjie. Saya tentu saja terharu karena Mas Adjie masih bisa memamerkan kebaya di ajang JFW. Saya berharap selepas terbebas dari penjara nanti, Mas Adjie masih bisa berkarya lebih baik lagi khususnya di dunia fesyen,” tutup keponakan Adjie Notonegoro, Ivan Gunawan. (ivn46)

Incoming search terms:

batik ghea panggabean (13),hasil rancangan ivan gunawan (3),baju ghea sukasah (2),rancangan adji notonegoro (1),model kebayak klasik jogja (1)

Leave a reply

Untuk Konsultasi Harga & Model Silakan Hubungi Kami >>>>>>>>>>>>>>>>