1001 Motif Batik Yogyakarta-Surakarta Mendunia

Meski telah menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tak membuat Sodikin merasa bangga dan berpuas diri. Pemilik Batik Mangkoro, Yogyakarta, ini kembali termotivasi dengan mengenalkan batik ke mancanegara.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Sodikin, yaitu mencetak ulang batik 1001 motif dengan warna yang berbeda, tidak lagi hitam, putih, dan merah (batik 1001 yang memecahkan rekor Muri). Di mana Sodikin memperkenalkan 1001 motif batik klasik dari tradisi Yogyakarta dan Surakarta.

”Saya telah mengenalkan batik kepada dunia internasional. Batik adalah karya asli orang Indonesia,” tutur Sodikin yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Pimpinan Sidiq Manajemen Yogyakarta ini mengaku siap bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri (Deplu). Sodikin ingin karyanya tersebut bisa dipamerkan di sudut ruangan Kedutaan Besar Indonesia di seantero dunia.

”Saat ini saya memang belum menghubungi orang Deplu. Saya ingin lebih kosentrasi dulu dengan pekerjaan mencetak ulang (repro) batik 1001 motif tersebut. Jumlahnya minimal 94 batik,” tutur pria yang sudah 24 tahun berkecimpung dengan pekerjaan membatik.

Untuk menyiasati proses membatik yang membutuhkan waktu yang cukup lama, maka Sodikin pun mengakalinya dengan tidak langsung membuat batik tulis. Tetapi membuat master dalam screen di atas kain yang berlilin kemudian baru dibatik tulis.

”Kalau semuanya batik tulis, selesainya sangat lama. Lagi pula jumlah batiknya banyak. Saya ini kan orang bisnis, jadi dituntut juga memproduksi batik untuk dijual,” ujar pemilik tujuh outlet batik di Yogyakarta dan Solo tersebut.

Sodikin juga menjelaskan, tentang motif batik itu dibuat di atas material bahan katun primisima. Dan untuk membuat batik yang menarik, Sodikin pun membutuhkan kain dengan panjang 4 meter dan lebar 1,15 meter.

Untuk diketahui, Batik Mangkoro dan Sidiq Manajemen berhasil memecahkan rekor Muri ke-4205 dengan kategori Pembuatan Batik dengan Motif Terbanyak, yaitu dengan 1001 motif pada satu kain di Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu. (ivn51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *